Kemenkes Siapkan Obat dan Vitamin Gratis Pasien COVID-19 di Rumah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kasus COVID-19 mulai meningkat tajam yang berdampak pada tingginya permintaan vitamin dan obat bagi masyarakat. Tak heran, berbagai fasilitas kesehatan hingga apotek dibanjiri masyarakat yang merasa membutuhkan diagnosis akan gejala yang dimiliki.

Mengatasi hal itu, Kementerian Kesehatan RI menyebut bahwa orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 serta bergejala ringan bisa melakukan konsultasi melalui telemedicine gratis. Selain itu, bagi yang didiagnosis untuk isolasi mandiri (isoman), maka akan disediakan obat dan vitamin sesuai gejala.

Dijelaskan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, telemedicine tersebut merupakan kerjasama Kemenkes RI dengan 11 perusahaan start-up. Untuk mendapatkan akses secara gratis, Menko Marves Luhut menjelaskan bahwa masyarakat bisa mendapatkannya usai melakukan tes COVID-19 di lab yang terafiliasi dengan Kemenkes RI.

"Masyarakat diimbau untuk melakukan pemeriksaan swab antigen hanya di lab yang terafiliasi dengan Kemenkes untuk memastikan (keasliannya). Jangan ambil dari luar," kata Menko Marves Luhut dalam konferensi pers virtual bersama Kemenkes RI, Senin 5 Juli 2021.

Ada pun kriteria untuk mendapatkan telemedicine dan obat serta vitamin gratis hanya didapat bagi mereka yang telah didiagnosis untuk isolasi mandiri. Selanjutnya, pasien tersebut harus terdeteksi positif COVID-19 dengan saturasi oksigen di atas 95 persen. Serta, tanpa ada riwayat sesak napas dan komorbid.

"Lebih baik diisolasi mandiri di rumah, karena terhindar dari exposure viral load yang tinggi di RS, secara emosional juga akan lebih tenang lebih baik sehingga imunitasnya terjaga," ujar Menkes Budi di kesempatan yang sama.

Telemedicine gratis ini disediakan pemerintah mulai 6 Juli 2021 di DKI Jakarta bagi pasien COVID-19 yang didiagnosis untuk isoman. Sementara, terdapat dua paket yang dibagi sesuai kebutuhan. Paket A khusus multivitamin pada OTG, dan paket B berupa multivitamin dan obat-obatan yakni paracetamol, oseltamivir, dan azitromisin.

"Mulai 6 Juli semua pasien bisa mendapatkan akses dan pelayanan RS bisa kita prioritaskan untuk pasien gejala berat dan kritis," tuturnya.

Diharapkan, upaya ini dapat mencegah melonjaknya kebutuhan obat dan vitamin di apotek sekitar rumah dan mencegah kerumunan. Bagi pasien COVID-19 juga bisa mendapat obat-obat keras serta antivirus dan antibotik dengan resep dari konsultasi dokter di telemedicine.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel