Kemenkes: Tak Perlu Panik dengan Omicron, Cukup Waspada dan Jalankan Prokes

·Bacaan 2 menit
Pengunjung beraktivitas di sebuah pusat perbelanjan di kawasan Tangerang Selatan, Rabu (8/12/2021). Pemerintah mengingatkan varian omicron sudah masuk ke kawasan ASEAN, salah satunya Malaysia, sehingga masyarakat diminta untuk tetap mematuhi standar protokol kesehatan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Masyarakat diminta tidak perlu panik atas masuknya varian Omicron ke Indonesia. Karena sebenarnya pencegahan penularan varian Omicron sudah dilakukan masyarakat sejak awal penularan Covid-19 di Tanah Air.

"Tidak perlu panik karena (kepanikan) tidak akan memecahkan masalah. Tetapi harus tetap waspada dengan menjalankan protokol kesehatan," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi pada Alinea Forum bertema "Membendung Transmisi Omicron", Jumat (24/12/2021).

Dia meminta, ada baiknya masyarakat tidak hanya heboh dengan masuknya Omicron ke Indonesia. Lalu mengabaikan menjalankan protokol kesehatan.

Padahal, kata Nadia, untuk mencegah varian Covid-19 apa pun upaya efektif yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan protokol kesehatan, yakni 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Serta melakukan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) dan vaksinasi.

"Masyarakat harus terus melakukan perubahan perilaku dengan menjalankan protokol kesehatan, kendati aktivitas sudah bisa dijalankan," ucap dia.

Sementara epidemiolog utama Perhimpunan Ahli Epidemilogi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mengharapkan semua pihak dapat bekerja sama dalam mencegah varian Omicron yang sudah masuk ke Indonesia.

"Pengawasan di pintu-pintu masuk wilayah negara ini harus terus diperkuat. Protokol kesehatan harus senantiasa dilakukan secara disiplin, meningkatkan cakupan vaksinasi, dan memperkuat 3T," kata dia.

Masdalina berharap pemerintah memperhatikan program vaksinasi Covid-19. Meskipun capaian angka vaksinasi secara penuh sudah lebih dari 100 juta, tetapi jika melihat persentasenya masih berada di bawah target. Padahal, kata dia, vaksinasi penting untuk mewujudkan kekebalan populasi.

Terkait sudah masuknya varian Omicron di Indonesia, dia berkeyakinan penyebarannya belum meluas alias baru di pintu masuk Indonesia. Sejauh ini, deteksi yang dilakukan pemerintah terbilang cukup baik.

Kuncinya Collaborative Action

Sementara Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Anggawira berkeyakinan, kolaborasi langkah yang dilakukan pemerintah dan para pihak bisa mengatasi dampak negatif dari pandemi Covid-19.

"Situasi saat ini saya rasa tidak bisa dibilang sudah sempurna. Tetapi tentunya kita perlu melakukan langkah-langkah continuous improvement dari apa yang sudah kita lakukan. Jadi, kuncinya tadi, adanya collaborative action," kata dia.

Menurut dia, kunci utama membendung transmisi Omicron adalah dengan tetap melakukan tracing dan testing secara terus-menerus. Juga bagaimana hal-hal yang sudah dibangun tetap dilakukan dilakukan secara masif.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel