Kemenkes tidak temukan kasus frambusia di Kota Tangerang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni mengatakan sertifikat sebagai kota bebas frambusia yang diperoleh Kemenkes karena di wilayahnya tidak ditemukan adanya kasus selama enam bulan penelitian.

Ia mengatakan Kementerian Kesehatan sebelumnya melakukan penilaian di Kota Tangerang selama enam bulan sejak 2021 terkait kasus frambusia. Hasilnya tak ditemukan kasus dalam kurun waktu tersebut. Sehingga Kemenkes kemudian menetapkan Kota Tangerang bebas Frambusia.

Frambusia atau yang lebih dikenal dengan sebutan patek atau puru adalah penyakit infeksi tropis pada kulit, tulang dan sendi yang disebabkan oleh bakteri spiroket Treponema pallidum pertenue.

"Kota Tangerang dinyatakan bebas frambusia lantaran menjadi daerah endemi dan surveilans aktif berjalan dengan baik serta dalam kurun waktu enam bulan tidak ditemui kasus frambusia," kata dia.

Baca juga: Kemenkes beri apresiasi Kediri sebagai kota bebas frambusia

Baca juga: Dinkes Lebak temukan 15 warga Badui positif frambusia

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menjelaskan Pemkot terus berupaya agar pencapaian positif ini dapat terus terjaga, selain upaya meminimalisir penyakit lain di Kota Tangerang.

Ia menambahkan Pemkot secara rutin melalui Dinas Kesehatan terus melakukan upaya sosialisasi dan edukasi tentang bahaya, pencegahan dan pengobatan penyakit menular kepada masyarakat.

"Edukasi yang baik akan membantu dalam proses pengobatan kepada para penderita penyakit," ujarnya.

Baca juga: Ada 70 kasus penyakit kulit frambusia di Yepen, Papua

Baca juga: 19 warga baduy dalam terjangkit frambusia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel