Kemenkes: Vaksinasi Covid-19 Butuh Waktu 15 Bulan, Dimulai Januari 2021

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, membutuhkan waktu 15 bulan untuk program vaksinasi Covid-19 di Tanah Air. Terhitung sejak Januari 2021 hingga Maret 2022.

"Secara total kita membutuhkan waktu 15 bulan yang akan dihitung mulai Januari 2021 hingga Maret 2022. Waktu 15 bulan ini dilakukan secara bertahap," kata Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers, Minggu (3/1/2021).

Dalam kesempatan ini, Nadia juga mengklarifikasi pernyataan Menteri Kesehatan RI Budi Sadikin yang sebelumnya menyatakan bahwa vaksinasi Covid-19 membutuhkan waktu hingga 3,5 tahun.

"Kami juga ingin klarifikasi, kami sampaikan, waktu 3,5 tahun yang dikatakan Pak Menteri merupakan proyeksi penyelesaian program vaksinasi untuk seluruh dunia. Bukan Indonesia, kalau di Indonesia kami optimis 15 bulan," kata dia.

Nadia menjelaskan, program vaksinasi Covid-19 ini akan menjangkau 181,5 juta penduduk Indonesia yang tersebar dalam 34 provinsi. Periode vaksinasi terbagi menjadi 2 periode.

2 periode

Sejumlah pekerja memindahkan kontainer berisi vaksin COVID-19 saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (31/12/2020). Setelah mendarat di Indonesia, 1,8 juta dosis vaksin Covid-19 produksi Sinovac akan langsung dikirim ke PT Bio Farma (Persero) di Bandung. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah pekerja memindahkan kontainer berisi vaksin COVID-19 saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (31/12/2020). Setelah mendarat di Indonesia, 1,8 juta dosis vaksin Covid-19 produksi Sinovac akan langsung dikirim ke PT Bio Farma (Persero) di Bandung. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Periode pertama bulan Januari - April 2021 yang akan diprioritaskan untuk 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas public yang melayani masyarakat dan rentan tertular. Selanjutnya, pada periode kedua di bulan April 2021 - Maret 2022 akan disuntikkan untuk masyarakat yang berada di wilayah rentan tertular maupun masyarakat lainnya.

"Periode kedua berlangsung 11 bulan dari April 2021 hingga Maret 2022 yang artinya akan menjangkau jumlah masyarakat sisa dari periode pertama," kata Nadia.

Selama program vaksinasi berlangsung, Nadia tetap mengimbau masyarakat untuk melaksanakan protokol Kesehatan dengan ketat. Pemerintah juga akan meningkatkan 3T yakni testing, tracing, treatment.

"Selama vaksinasi berlangsung, kami mendorong masyarakat untuk menjalankan protokol 3M dengan ketat serta pemerintah akan terus memperkuat praktik 3T," kata dia.

Reporter: Rifa Yusya Adilah

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: