Kemenkes verifikasi lapangan empat sentra pangan jajanan di Surabaya

Kementerian Kesehatan RI melakukan verifikasi lapangan terhadap empat sentra pangan jajanan dan dan kantin sehat di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Ketua Tim Kerja Penyehatan Pangan Direktorat Penyehatan Lingkungan Kemenkes Tutut Indra W, Selasa mengatakan kedatangannya ke Surabaya dalam rangka verifikasi lapangan demi mengecek kesesuaian antara di dokumen yang sudah masuk dengan kondisi di lapangan.

Penilaian untuk kompetisi Sentra Pangan Jajanan dan Kantin Sehat.

"Surabaya ini mengusulkan empat lokasi, dan keempatnya itu lolos penilaian dokumen semuanya. Makanya, hari ini kami akan verifikasi kebenaran dokumen tersebut, jangan sampai hanya di foto-fotonya yang bagus," kata Tutut.

Adapun empat lokasi itu adalah Kantin Pusat ITS Surabaya, SWK Convention Hall Surabaya, Kantin SMPN 42 Surabaya, dan SWK Jambangan Surabaya.

Adapun yang akan dinilai adalah higiene sanitasi dan kebersihannya, fasilitas sanitasinya, pelaku penjamahnya apakah menggunakan clemek atau tidak, dan yang paling penting dukungan dari pemkot mulai dari pembinaannya dan pengawasannya.

"Termasuk pula hasil pemeriksaan laboratoriumnya, apakah ada bakteri atau tidak, sehingga nanti ada bukti juga. Dan yang paling penting adalah inovasinya dan nilai value-nya. Mungkin salah satu inovasi yang ada di Surabaya, tapi tidak ada di tempat lainnya di Indonesia ini," ujar dia.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya Febria Rachmanita mengaku, bersyukur karena Pemkot Surabaya mengajukan empat lokasi dalam kompetisi ini, dan dokumen empat lokasi itu semuanya lolos penilaian dokumentasi.

"Alhamdulillah, keempatnya lolos penilaian dokumen, dan sekarang tinggal diverifikasi lapangan untuk mengecek kesesuaian antara dokumen yang disetorkan dengan kondisi di lapangan," kata dia.

Menurut dia, keempat lokasi yang lolos penilaian dokumen itu memiliki karakter dan ciri khas masing-masing. Salah satu yang sangat menarik adalah di Kantin SMPN 42 Surabaya. Di sekolah tersebut, ada yang namanya KatePay, sebuah program Wali Kota Eri yang mana bayar di kantin sekolah cukup dengan kartu KatePay, bukan uang tunai.

"Jadi, di sekolah itu sudah lama pakai KatePay, sehingga anak-anak jajan di kantin sudah pakai kartu, dan KatePay ini dikelola oleh orang tua siswa," ujar dia.
Baca juga: BPOM dan Pemkot Surabaya keliling pasar awasi keamanan pangan
Baca juga: BBPOM Surabaya temukan 78,9 persen produk pangan tanpa izin edar
Baca juga: Kementan-Satgas Pangan Jatim pantau harga kedelai di Surabaya