Kemenkes Wanti-Wanti Bahaya Jajanan Ice Smoke: Standar Pembuatan Tidak Terjaga

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat soal bahaya penggunaan nitrogen cair. Peringatan ini menyusul kejadian bocah lima tahun di Ponorogo terbakar usai mengonsumsi ice smoke yang mengandung nitrogen cair.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemakaian nitrogen cair yang tidak tepat bisa membahayakan kesehatan. Misalnya dapat menimbulkan luka bakar pada tubuh dan keracunan.

"Sisa zat nitrogen akan berdampak pada kesehatan serta bahaya terutama kalau masih ada zat sisa luka bakar tadi," katanya kepada merdeka.com, Jumat (15/7).

Menurut Nadia, nitrogen cair banyak digunakan di bidang kedokteran dan pembuatan makanan, seperti untuk membekukan es krim. Namun, penggunaan nitrogen cair tersebut menggunakan teknik tertentu dan tidak berlebihan sehingga masuk kategori aman.

Dia menyebut, sangat berbeda dengan pedagang kaki lima yang menggunakan nitrogen cair pada ice smoke tanpa memperhatikan takarannya.

"Oleh pedagang kaki lima yang pasti standar pembuatannya tidak terjaga," imbuhnya.

Mantan Juru Bicara Kementerian Kesehatan ini mengingatkan masyarakat untuk hati-hati mengonsumsi makanan mengandung nitrogen cair. Dia juga menyarankan orang tua untuk memilih jajanan aman untuk anak.

"Sebaiknya ortu (orang tua) tetap memilih makanan yang higiene dan sanitasi baik dan mengajarkan kepada anak-anak kita untuk tidak jajan sembarangan," kata Nadia.

Nitrogen Cair Bahayakan Lambung dan Usus

Ahli Gizi, Ati Nirwanawati mengatakan makanan mengandung nitrogen cair dapat menyebabkan radang dingin dan luka bakar pada beberapa jaringan lunak tubuh, seperti kulit.

"Bila terpaksa ingin mengonsumsinya usahakan cairannya menguap dan jangan sampai tertelan karena sangat berbahaya pada lambung dan usus," katanya kepada merdeka.com, Kamis (14/7).

Ati menyarankan agar masyarakat tidak mengonsumsi ice smoke. Meski menurutnya, ice smoke yang ada di pasar saat ini tidak mengandung nitrogen.

Dia menyebut, sebetulnya ice smoke yang dijual pedagang hanya menggunakan teknik dagang menarik. Tujuannya untuk meningkatkan penjualan ice smoke.

"Biasa, zaman sekarang kalau tidak viral tidak dilirik," ucapnya.

Bocah Terbakar Usai Jajan Ice Smoke

Bocah 5,5 tahun di Ponorogo, Jawa Timur, yang diketahui bernama Ahsan Farid Trisnanto harus dilarikan ke rumah sakit akibat menderita sejumlah luka bakar karena hendak mengonsumsi ice smoke.

Sutrisno, orangtua Ahsan menjelaskan, jajanan yang mengeluarkan asap itu dibeli sang anak saat hendak menonton acara reog Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, pada Selasa (12/7).

Warga Desa Bajang, Kecamatan Balong itu lalu membeli jajanan tersebut dari seorang pedagang yang menjajakannya.

"Akhirnya minta dibelikan, langsung saya belikan. Belum beranjak dari situ, satu menit kemudian, jajanan yang dipegang anak saya tiba-tiba keluar api, langsung bakar anak saya," kata Sutrisno.

Dia spontan mematikan api dengan menggunakan tangan. Setelah itu, baju yang dikenakan korban di lepas. Baru kemudian dibawa ke Puskesmas.

"Tetapi puskesmas tidak sanggup. Alasannya obatnya kosong, suruh bawa ke rumah sakit. Ya saya larikan ke Muslimat (RSU Muslimat), " tegasnya.

Dia mengatakan jika makanannya sejenis ciki, yang kemudian disemprot menggunakan tabung nitrogen hingga akhirnya keluar asap.

"Dari makanan keluar api. Penyebabnya apa saya enggak tahu, saya enggak lihat. Langsung. Kemungkinan tersulut apa saya tidak tahu, " ujar dia.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Medis RSU Muslimat, dr Siti Nur Rohmah, mengatakan, pasien tersebut datang dengan keluhan luka bakar di sebagian wajah, pipi kanan, kiri, mulut, leher,sebagian dada dan lengan kiri sama jari-jari pertama dan kedua, tangan kiri.

"Waktu datang, kondisi pasien sadar penuh. Hanya saja menangis karena kesakitan," katanya.

Diagnosa dari UGD korban mengalami luka bakar kombosio grade 2. Kondisinya adalah luka bakar sekitar 30 persen. Saat ini sudah ditangani oleh dokter spesialis bedah.

"Mendapatkan perawatan, kondisi pasien stabil, sudah mulai makan minum, walaupun sedikit-sedikit," jelasnya.

Terpisah, Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Ponorogo, Ipda Guling Sunaka menyatakan, pihaknya sempat turun tangan menangani kasus tersebut.

Namun, kedua belah pihak menyatakan sepakat menempuh jalan damai untuk menyelesaikan perkara tersebut. Pihak penjual menyatakan siap membiayai secara keseluruhan hingga korban sembuh total.

"Memilih diselesaikan segera kekeluargaan," ujarnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel