Kemenkeu: Belanja Modal 20 Persen Awal 2013

  • Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNnews.com
    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNNEWS.COM - Serikat karyawan Bank BTN mengingatkan, Bank Mandiri miskin pengalaman dalam hal penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). …

  • Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    Tempo
    Utang Luar Negeri Membengkak, Apa Penyebabnya ?

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri Indonesia pada Februari 2014 mencapai US$ 272,1 miliar atau sekitar Rp 3.106,9 triliun. Nilai utang luar negeri Indonesia membengkak 7,4 persen dibanding Februari 2013 dan lebih besar ketimbang pertumbuhan pada Januari 2014 yang mencapai 7,2 persen. (Baca: Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 3.106,9 Triliun). …

  • Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Antara
    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Jakarta (Antara) - Ketua Serikat Pekerja Bank BTN Satya Wijayantara mengkhawatirkan rencana akuisisi BTN akan mengancam keberlangsungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. "Selama ini bank yang peduli menyalurkan KPR melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) hanya BTN, sedangkan bank lain lebih suka menyalurkan KPR komersial," kata Satya usai orasi penolakan akuisisi BTN di Jakarta, Minggu. ... …

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan Agus Suprijanto mengharapkan penyerapan belanja modal pada triwulan I 2013 dapat mencapai 20 persen.

"Kalau kementerian lembaga mulai melakukan lelang pada November, maka pada Januari dapat langsung eksekusi sehingga seharusnya 20 persen belanja modal dari pagu tercapai pada triwulan I," katanya di Jakarta, Jumat.

Menurut Agus, peraturan terbaru tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 70 tahun 2012 dapat mempercepat dan mendorong realisasi penyerapan belanja modal mulai awal tahun.

"Kementerian lembaga dalam peraturan terbaru dapat melakukan penunjukan langsung untuk kontrak di bawah Rp200 juta, sehingga seharusnya dalam dua atau tiga minggu dapat langsung mengeksekusi proyek," katanya.

Ia menjelaskan dengan kemungkinan tersebut, maka secara sistematis penyerapan belanja modal pada triwulan I dapat mencapai 20 persen dan diperkirakan pada triwulan II tercatat sebesar 25 persen.

"Kalau sebelumnya itu tidak sampai lima persen (realisasi penyerapan belanja modal pada triwulan I)," kata Agus.

Ia mengakui masih ada hambatan kementerian dan lembaga untuk mempercepat realisasi belanja modal, terutama terkait masalah psikologis dan penyiapan dokumen pendukung seperti Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

"Biasanya kementerian lembaga masih takut untuk menyiapkan dokumen perencanaan dan pencairan anggaran, karena kurangnya informasi terkait prosedur. Kalaupun ada yang telah membuat dokumen, tapi mereka justru tidak menjalankannya," katanya.

Menurut dia, keterlambatan pencairan anggaran tersebut telah terjadi sejak dulu dan masih terjadi hingga saat ini, apalagi kementerian dan lembaga juga cenderung menagih pembayaran proyek pada akhir tahun.

"Banyak hal yang menyebabkan kementerian lembaga menagih pada akhir tahun, biasanya mereka menalangi pencairan terlebih dahulu sehingga jarang menagih sesuai jadwal," katanya.

Agus menjelaskan negara-negara seperti Filipina, India, Malaysia, Vietnam, maupun Australia cenderung melakukan hal yang sama dan penyerapan belanja modal mereka juga cenderung menumpuk pada triwulan IV.

"Tapi memang penumpukan kita paling parah, karena pada Desember selalu terjadi penarikan besar," katanya. (tp)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...