Kemenkeu: Dana Simulator SIM Cair Rp 176 Miliar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Agus Suprijanto mengungkapkan jika anggaran untuk proyek pengadaaan simulator ujian SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri 2011 telah dicairkan senilai Rp 176 miliar.

Demikian dikatakan Agus usai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM tahun anggaran 2011, di kantor KPK, Jakarta, Jumat (31/8/2012).

"Yang 2011 ya, Rp 127 miliar sama Rp 48 miliar, sekitar Rp 176 miliar lah," kata Agus.

Pada kesmpatan sama, Agus mengaku dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Korlantas, Irjen (Pol) Djoko Susilo.

Menurut Agus, selama pemeriksaan dia ditanya seputar mekanisme pencairan anggaran di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

Proyek simulator SIM Korlantas Polri, kata Agus, dilakukan secara tahun jamak atau multiyears. Proyek tersebut dianggarkan dalam APBN 2008-2011. Dalam kasus ini, KPK hanya mengusut pengadaan proyek tahun 2011. Sementara, anggran tahun 2009 dan 2010 ditangani pihak Polri.

Proyek simulator SIM 2011 diadakan oleh Korlantas Polri dengan anggaran mencapai Rp 196,8 miliar. Diduga, ada penggelembungan harga dalam pengadaan mesin simulator tersebut sehingga negara mengalami kerugian Rp 90 miliar hingga Rp 100 miliar.

KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi simulator SIM ini. Selain Djoko, mereka yang menjadi tersangka adalah Brigadir Jenderal (Pol) Didik Purnomo selaku pejabat pembuat komitmen proyek, serta dua pihak swasta yakni Budi Susanto dan Sukotjo S Bambang. Mereka dijerat dengan pasal penyalahgunaan kewenangan dan menguntungkan diri sendiri sehingga menimbulkan kerugian negara. Didik, Budi, dan Sukotjo juga menjadi tersangka kasus yang sama di Kepolisian RI.

Sejauh ini, KPK baru menggarap berkas pemeriksaan Djoko. Mengenai berkas tiga tersangka lain yang juga menjadi tersangka Polri itu, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan akan melihat sejauh mana perkembangan penyidikan kasus simulator SIM di Polri. Terkait penyidikan dengan tersangka Djoko, KPK hari ini juga memeriksa empat perwira Polisi, yakni, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Wandi Rustiwan, AKBP Wisnhu Buddhaya, Komisaris Polisi (Kompol) Endah Purwaningsih, dan Kompol Ni Nyoman Suwartini.

Sebelumnya KPK memeriksa Sukotjo S Bambang dan Sekretaris Budi Susanto, Intan Pardede sebagai saksi untuk Djoko.

Berita Terkait: Kasus Simulator SIM

  • KPK Optimistis Polri Serahkan Tiga Tersangka Simulator SIM
  • Irjen Djoko Diperiksa Sebagai Kuasa Pengguna Anggaran
  • Ini Alasan Polri Kebut Pemeriksaan Irjen Djoko Susilo
  • Lima Hari Irjen Joko Diperiksa Intensif Bareskrim
  • Abraham Yakin Polisi Akan Hadir Sebagai Saksi di KPK
  • Perwira Polri Tak Penuhi Panggilan Lantaran KPK Salah Tulis

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.