Kemenkeu: Investor lihat ada prospek positif pada proyek Adhi Karya

Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DKJN) Kementerian Keuangan Rionald Silaban mengatakan para investor melihat adanya prospek positif dalam berbagai proyek yang sedang dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

“Ketika dilakukan non deal roadshow, para calon investor lokal itu menyampaikan, mereka melihat prospek yang positif dari PT Adhi Karya, melihat dari proyek-proyek yang disampaikan,” kata Rionald dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI DPR RI dengan Kementerian Keuangan dan PT Adhi Karya di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan berbagai proyek yang dimaksud para investor itu meliputi, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian-Serpong.

Selain itu, juga proyek Fasilitas Pengolahan Limbah Terpadu (FPLT) Kawasan Limbah Medan, Jalan Tol JORR Elevated Ruas Cikunir- Ulujami, dan preservasi Jalan Lintas Timur, Sumatera Selatan.

Rionald mengatakan non deal roadshow dilakukan terhadap 29 institusi untuk menjaring para investor menjelang akan dilaksanakannya right issue Adhi Karya pada bulan Oktober tahun 2022 ini.

Dia melanjutkan Adhi Karya masih membutuhkan suntikan dana sebesar Rp1,89 triliun dari para investor pada right issue nanti, untuk melengkapi Penyertaan Modal Negara (PMN) yang akan diberikan oleh pemerintah sebesar Rp1,98 triliun.

Selain menyelesaikan berbagai proyek di atas, dalam kesempatan ini, dia menjelaskan dana hasil right issue juga akan digunakan untuk memperbaiki struktur permodalan perseroan.

Dia menjelaskan dana hasil right issue diperkirakan dapat mendorong laba bersih perseroan tumbuh 64,4 persen dan laba kotor tumbuh 12,5 persen secara year on year (yoy) pada tahun 2026.

Lanjut dia, juga dapat mendorong pertumbuhan ekuitas perseroan sebesar 23,8 persen dan menurunkan Debt to Equity Ratio (DER) menjadi sebesar 1,3 persen pada tahun 2026.

Sementara, Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson mengatakan apabila target pengumpulan dana dari publik tidak tercapai, pihaknya akan menambahkan dari sumber dana alternatif melalui pinjaman perbankan, baik konvensional maupun syariah.

Dia mengatakan pihaknya dapat juga menambahkan dana dari obligasi dan beberapa opsi kerja sama dengan pihak lain.


Baca juga: Dirut Adhi Karya pastikan LRT Jabodebek mulai beroperasi Juni 2023
Baca juga: Adhi Commuter Properti bukukan laba bersih semester I Rp37,6 miliar
Baca juga: Adhi Karya: Progres Jalan Tol Yogya-Solo Seksi 1.1 capai 40 persen