Kemenkeu sebut investasi dapat naik dengan RI jadi anggota penuh FATF

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo mengatakan investasi yang masuk ke Tanah Air dapat meningkat dengan Indonesia menjadi anggota penuh Satuan Tugas Aksi Keuangan atau The Finansial Action Task Force (FATF).

“Ini terkait kredibilitas Indonesia dalam konteks hubungan baik antar negara maupun hubungan bisnis. Jadi dengan kredibilitas yang baik, hubungan antar negara dan bisnis Indonesia juga bagus nantinya,” kata Suryo Utomo di Jakarta, Selasa.

Dengan menjadi anggota FATF, lanjutnya, Indonesia diakui sebagai negara transparan sehingga tidak lagi termasuk ke dalam negara yang memiliki risiko tinggi untuk dijadikan lokasi pembangunan usaha.

Sebelumnya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sampai semester I 2022 mencapai Rp584,6 triliun atau tumbuh 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

Baca juga: Kemenkeu: keanggotaan Indonesia dalam FATF siap diproses

Suryo juga berharap suku bunga untuk transaksi keuangan lintas negara dapat menjadi lebih rendah bagi pelaku usaha jika Indonesia menjadi anggota FATF.

Dengan demikian, kata dia, pelaku usaha akan mendapatkan keuntungan usaha yang lebih besar sehingga pada akhirnya pajak yang diterima pemerintah juga mengalami peningkatan.

DJP Kemenkeu terus mendukung Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melakukan proses sampai Indonesia resmi menjadi anggota FATF, antara lain dengan menyediakan infrastruktur penegakan hukum atas pelanggaran perpajakan yang dibutuhkan PPATK.

“PPATK bisa menggunakan infrastruktur penegakan hukum kami untuk menelusuri apakah terdapat kegiatan-kegiatan pencucian uang dari aktivitas penghindaran pajak yang harus dibayar di Indonesia,” ucap Suryo.

Baca juga: Yasonna: FATF bukti Indonesia efektif perangi pendanaan terorisme

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel