Kemenko Ekonomi: G20 Indonesia berdampak positif pada perekonomian

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso selaku Sekretaris Gabungan Finance Track dan Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia menuturkan bahwa Presidensi G20 Indonesia secara langsung telah membawa dampak positif pada perekonomian nasional.

Salah satunya ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II dan III 2022 yang masing-masing mencapai 5,44 persen dan 5,72 persen.

"Jadi dibandingkan pra pandemi pun pertumbuhan itu jauh lebih tinggi. Event ini juga betul-betul mendorong pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara di daerah tempat agenda terselenggara," katanya dalam wawancara dengan IDX Channel sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Kamis.

Rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia yang telah dilaksanakan selama satu tahun juga telah memberikan dampak positif dalam mendorong peningkatan konsumsi masyarakat yang tumbuh 5,39 persen pada kuartal III 2022 dan menyumbang lebih dari 50 persen terhadap ekonomi nasional.

Susiwijono juga menjelaskan bahwa dampak positif dari Presidensi G20 Indonesia turut dirasakan oleh pelaku usaha, terutama di sektor transportasi, akomodasi, serta industri makanan dan minuman.

Pada bidang transportasi, pertumbuhan tercatat sebesar 25,8 persen (yoy) pada kuartal III tahun 2022, sedangkan pada sektor akomodasi dan makanan minuman tumbuh sekitar 17,8 persen (yoy).

Perbaikan juga ditunjukkan dari sisi tenaga kerja yang terlihat dari tingkat pengangguran pada bulan Agustus 2022 sebesar 5,86 persen atau menurun jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2021 yang sebesar 6,49 persen.

“Sekian banyak events G20 itu berdampaknya langsung dan nyata pada ekonomi kita, jadi kalau kita simpulkan hampir semua sektor utamanya transportasi, akomodasi, dan makanan minuman tumbuh luar biasa karena pengaruh event G20 ini,” tutur Susiwijono.

Menjawab pertanyaan seputar keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia, Susiwijono menerangkan bahwa sejak awal telah dilakukan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat baik dalam sisi penyelenggaraan maupun substansi.

Dalam hal substansi, berbagai pihak juga dilibatkan melalui kegiatan working group dan engagement group yang membahas beragam isu strategis.

Selain itu, dalam setiap penyelenggaraan event juga dengan memberikan ruang bagi daerah untuk menunjukkan potensi ekonomi maupun budaya termasuk dengan ikut menyertakan UMKM.

“Dengan konsep seperti ini, dari awal memang desain acara ini sesuai arahan Bapak Presiden supaya memberikan manfaat nyata baik bagi masyarakat maupun solusi bagi dunia sehingga kita memang desain acaranya dari awal sudah melibatkan semuanya seperti ini,” ungkapnya.

Baca juga: Menkes sebut "Pandemic Fund" capaian tersukses G20 bidang kesehatan

Baca juga: Airlangga sampaikan 3 isu prioritas Indonesia di keketuaan ASEAN 2023