Kemenko Ekonomi: Presidensi G20 bentuk pengakuan peran Indonesia

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan Presidensi G20 yang dipercayakan kepada Indonesia pada 2022 merupakan bentuk pengakuan atas peran strategis Indonesia mewakili Asia Tenggara dalam perekonomian dan arsitektur keuangan global.

Melalui Presidensi G20 Indonesia juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kuantitas pekerja baru, khususnya di sektor pariwisata, revitalisasi daerah dan promosi sektor pariwisata, peluang kerja sama untuk mencapai target SDGs, serta eksposur potensi dan ekonomi UMKM.

"Secara keseluruhan terdapat sebanyak 437 events yang akan diselenggarakan, yang terdiri atas 184 meetings dan 253 Side Events. Puncaknya adalah KTT G20 summit pada 15-16 November 2022, itu adalah pertemuan tingkat kepala negara,” ujar Susiwijono dalam keterangan resmi, Rabu.

Baca juga: Peneliti Indef: Isu transformasi digital di G20 krusial bagi Indonesia

Tantangan global yang terus berkembang membuat pembahasan prioritas-prioritas G20 tidak hanya pada isu keuangan, melainkan juga isu-isu non kesehatan.

Melalui tema “Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia mengusung tiga topik utama yakni arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi yang berkelanjutan, dalam penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia tahun ini.

Pembahasan ketiga isu tersebut diharapkan dapat memperkuat dan merestrukturisasi tata kelola dan arsitektur kesehatan global pascapandemi, menciptakan nilai ekonomi melalui utilisasi teknologi digital, serta mencapai kesepakatan global untuk mempercepat transisi energi.

"Perhelatan G20 juga tentunya diharapkan dapat membawa manfaat strategis bagi Indonesia yaitu dari segi ekonomi dan sosial budaya," kata Susiwijono.

Baca juga: Kominfo : Regulasi keamanan siber dorong UMKM manfaatkan ruang digital

Selain itu, Sesmenko Susiwijono juga menyampaikan bahwa pada 14 Maret 2022 PBB telah membentuk Global Crisis Response Group (GCRG) untuk menanggulangi isu pangan, energi, dan keuangan di mana isu-isu tersebut juga berkaitan dengan agenda utama G20.

GCRG akan memfasilitasi pembuatan keputusan dan konsensus global terhadap langkah aksi (permintaan kunci), untuk menghindari, memitigasi, dan merespons dampak krisis pangan, energi dan keuangan, mempromosikan langkah aksi melalui advokasi publik dan swasta, serta mendorong keikutsertaan negara dan aktor kritis serta mendorong diskusi publik.

GCRG beranggotakan 6 kepala negara di antaranya Senegal, Denmark, Jerman, Barbados, Bangladesh, dan Indonesia yang ditunjuk menjadi Champions GCRG. Sementara itu, Sekjen PBB dan Presiden Senegal yang juga Chair African Union akan menjadi Co-Chair dari GCRG.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel