Kemenko: Jepang Mitra Bisnis dan Sahabat Indonesia

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

Jakarta (ANTARA) - Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Kerja Sama Luar Negeri Rizal Affandi Lukman mengatakan Jepang tidak hanya mitra bisnis utama dalam perdagangan, ekonomi dan investasi, tetapi juga sahabat bagi Indonesia.

"Volume perdagangan Indonesia-Jepang pada 2012 mencapai 52,9 miliar dolar Amerika Serikat. Jepang juga menjadi negara tujuan ekspor kedua terbesar bagi Indonesia yang nilainya mencapai 30,14 miliar dolar," kata Rizal Affandi Lukman di Jakarta, Rabu.

Rizal mewakili Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa memberikan sambutan pada pembukaan Forum Bisnis Indonesia Jepang bertema "Revolusi Kehidupan" yang diadakan Kompas Gramedia dan Nikkei Business Publication di Jakarta.

Rizal mengatakan pelaku usaha Jepang merupakan salah satu investor penting bagi Indonesia. Pada 2011, investasi Jepang ke Indonesia mencapai 1,5 miliar dolar dan meningkat 60 persen lebih pada 2012 menjadi 2,5 miliar dolar AS.

"Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menjanjikan, saya yakin tahun ini investasi pelaku usaha Jepang ke Indonesia akan tumbuh lebih pesat lagi," ujarnya.

Menurut Rizal, aliran investasi ke Jepang telah terjadi tiga kali sejak 1970-an. Aliran investasi pertama pada 1970-an bercirikan pembangunan industri-industri perakitan, terutama kendaraan bermotor dan mesin-mesin.

"Aliran kedua yang terjadi pada 1990-an terjadi perubahan ciri karena lebih kepada industri manufaktur. Sedangkan aliran ketiga yang terjadi saat ini adalah investasi industri dengan membawa teknologi tinggi," tuturnya.

Forum Bisnis Indonesia Jepang bertema "Revolusi Kehidupan" diselenggarakan untuk menandai peringatan 55 tahun hubungan bilateral kedua negara yang ditandatangani pada 1958.

Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan kemampuan daya beli yang memadai merupakan potensi pasar yang luar biasa bagi perekonomian internasional, termasuk Jepang. Bank Dunia mencatat 56,5 persen atau 136 juta penduduk Indonesia adalah kelas menengah yang memerlukan berbagai barang dan jasa.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) memperlihatkan sejak 2010 pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tiga tahun terakhir berada di posisi di atas enam persen. Pada 2013, angka pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 6,6 persen hingga 6,8 persen.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...