Kemenko Perekonomian: PON akan tingkatkan ekonomi di Papua

·Bacaan 1 menit

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) akan meningkatkan ekonomi di Papua.

"Berdasarkan pengalaman masa lalu, PON pastinya akan meningkatkan aktivitas ekonomi di daerah tersebut," ujar Iskandar kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, aktivitas ekonomi yang akan meningkat di Papua terutama akan terjadi di sektor transportasi khususnya angkutan udara, hotel, restoran, wisata, dan beberapa aktivitas sektor riil lainnya.

Dengan demikian, konsumsi masyarakat di sektor-sektor tersebut pun akan tumbuh kembali, dari yang sebelumnya sempat menurun karena pandemi COVID-19.

Selain meningkatkan konsumsi, Iskandar menyebut produksi beberapa barang kebutuhan perhelatan PON Papua juga akan meningkat, sehingga menghidupkan kembali industri di sana.

"Produksi makanan dan minuman, seragam, dan cenderamata akan meningkat," ucap dia.

Lebih lanjut, ia menilai PON di Papua juga akan mendorong pertumbuhan investasi dalam jangka pendek, khususnya pada bangunan tempat penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Papua untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah ajang nasional empat tahunan tersebut, mulai tanggal 2 Oktober-15 Oktober 2021.

Selain Papua, tercatat baru lima daerah di luar Pulau Jawa yang menyelenggarakan PON, yaitu Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Riau.

PON Papua mempertandingkan 37 cabang olahraga, yang meliputi 56 disiplin olahraga dengan 679 nomor pertandingan dan diikuti sekitar 10.000 atlet dan ofisial dari 34 provinsi.

Baca juga: Penjualan noken meningkat karena PON Papua
Baca juga: Indef : PON Papua dorong pertumbuhan akomodasi dan UMKM
Baca juga: PON momentum bangkitkan ekonomi non-tambang Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel