Kemenko PMK: Hari Diabetes ingatkan pentingnya beraktivitas fisik

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyatakan Hari Diabetes Sedunia yang diperingati setiap tanggal 14 November mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya aktif melakukan aktivitas fisik.

"Hari Diabetes Sedunia mengingatkan agar masyarakat perlu tetap aktif bergerak," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto ketika dihubungi di Jakarta, Senin.

Baca juga: Ahli gizi bagikan lima kiat pengaturan diet untuk cegah diabetes

Agus Suprapto menjelaskan, rutin melakukan aktivitas fisik dan berolahraga minimal 15-30 menit per hari, lima hari dalam satu minggu akan mencegah berbagai penyakit, termasuk diabetes.

"Aktivitas fisik dan olahraga rutin ini sangat penting bagi seorang individu untuk mencegah penyakit diabetes," katanya.

Agus menambahkan bahwa penyakit diabetes merupakan ibu dari berbagai macam penyakit sehingga faktor risikonya perlu dihindari.

"Diabetes ini bisa dikatakan sebagai ibu dari berbagai macam penyakit, sehingga perlu rutin melakukan aktivitas fisik guna membantu menurunkan risiko diabetes melitus," katanya.

Baca juga: Makanan bergizi dan aktivitas tubuh seimbang bisa cegah diabetes

Selain melakukan aktivitas fisik, kata dia, masyarakat juga perlu memperhatikan kalori yang masuk disesuaikan dengan kebutuhan harian.

"Guna menurunkan risiko diabetes, masyarakat juga perlu konsisten menjaga pola makan, mengendalikan pikiran agar tidak stres dan mengatur pola tidur," katanya.

Agus menambahkan bahwa Kemenko PMK turut berperan aktif dalam menyosialisasikan pentingnya pencegahan penyakit diabetes kepada masyarakat.

Baca juga: Pakar: Kontrol berat badan cara sederhana cegah diabetes

Dia menjelaskan bahwa pemerintah terus menggencarkan kampanye Germas sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dalam rangka mendorong masyarakat untuk mengutamakan paradigma sehat yang promotif dan preventif.

"Penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas merupakan kunci utama untuk mencegah berbagai masalah kesehatan, misalkan mencegah penyakit jantung, stroke, obesitas hingga diabetes," katanya.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat meliputi tujuh langkah, yakni melakukan aktivitas fisik, makan buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman beralkohol, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, menjaga kebersihan lingkungan, dan menggunakan jamban.