Kemenko PMK sebut Program Ketahanan Lanjut Usia terus diperkuat

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyebutkan bahwa Program Ketahanan Lanjut Usia terus diperkuat guna menciptakan penduduk lansia yang sehat dan produktif.

"Pemerintah terus memperkuat program ketahanan lanjut usia," kata Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lanjut Usia Kemenko PMK Ricky Radius Siregar melalui keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ricky Radius menjelaskan pada RPJMN 2020-2024, pemerintah telah menyusun strategi guna mengantisipasi kondisi Indonesia yang telah memasuki ageing population.

"Wujud antisipasinya antara lain dengan penyiapan terkait kelanjutusiaan pada berbagai aspek untuk menciptakan penduduk lansia yang sehat dan produktif, melalui Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan.

Dia menambahkan bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah bertujuan untuk mengantisipasi sedini mungkin agar para lansia tetap sehat, mandiri dan produktif di usia senja mereka.

Baca juga: Kemenko PMK tekankan pentingnya inovasi dalam pelaksanaan RAN Pijar

Baca juga: Kemenko PMK: Kesejahteraan anak usia sekolah dan remaja jadi prioritas

Pemerintah, tambah dia, menargetkan pada tahun 2024 telah ada sistem perawatan jangka panjang yang terintegrasi untuk lansia.

Dia juga menambahkan, berdasarkan data yang dihimpun Kemenko PMK diketahui bahwa selama 50 tahun terakhir persentase penduduk lansia di Indonesia meningkat dari 4,5 persen pada tahun 1971 menjadi sekitar 10,7 persen pada tahun 2020.

Angka tersebut diproyeksikan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 19,9 persen pada tahun 2045.

"Fenomena ini bisa menjadi bonus demografi kedua. Bonus demografi merupakan keadaan suatu negara atau wilayah ketika proporsi dari penduduk yang berusia tua semakin banyak. Namun mereka yang dikategorikan penduduk usia lanjut ini masih produktif dan masih memberikan sumbangan bagi perekonomian negara," katanya.

Ricky Radius menambahkan bahwa pemerintah terus memberikan perhatian bagi para lansia agar menjadi lansia yang tangguh dan memiliki kontribusi bagi pembangunan bangsa.

"Termasuk juga bagi perempuan lanjut usia, perempuan lanjut usia terus memberikan kontribusi yang berarti bagi kehidupan politik, sipil, ekonomi, sosial dan budaya sehingga menjadi perhatian bersama. Hal ini sejalan dengan nilai utama Gerakan Nasional Revolusi Mental yakni, integritas, etos kerja dan gotong royong," katanya.

Dia menambahkan bahwa melalui program ketahanan lanjut usia diharapkan dapat berkontribusi penting dalam mempersiapkan agar para lansia menjadi lansia yang tangguh dan produktif.

Baca juga: Kemenko PMK tekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana

Baca juga: Kemenko PMK ajak lansia tetap aktif bergerak guna cegah osteoporosis