Kemenko PMK siapkan dashboard satu data terkait isu kesejahteraan anak

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) akan menyiapkan dashboard satu data terkait isu kesejahteraan anak usia sekolah dan remaja.

"Kemenko PMK bersama dengan UNFPA akan menyiapkan dashboard satu data mengenai isu kesejahteraan anak usia sekolah dan remaja dengan sumber data berasal dari kementerian atau lembaga," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto dihubungi di Jakarta, Senin.

Kemenko PMK, kata dia, berharap dashboard ini akan memudahkan kontrol pencapaian target indikator kementerian/lembaga dalam pelaksanaan rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja (RAN Pijar).

Agus menambahkan bahwa Kemenko PMK bersama seluruh pemangku kepentingan juga akan melakukan evaluasi pelaksanaan dan pencapaian target indikator kementerian/lembaga di tahun 2022 dan rencana yang akan dilaksanakan di tahun 2023.

"Selain itu, menyiapkan pendampingan dan implementasi pilot project RAN Pijar di Provinsi Bali dan Yogyakarta dengan melibatkan kementerian/lembaga yang tergabung dalam tim nasional peningkatan kesejahteraan anak usia sekolah dan remaja," katanya.

Selain itu, kata dia, melakukan pengawalan dan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam menyusun tim peningkatan kesejahteraan anak usia sekolah dan remaja di daerah masing-masing, beserta kebijakan dan regulasinya.

"Melalui berbagai program tersebut diharapkan akan memperkuat pelaksanaan RAN Pijar pada tahun 2023," katanya.

sementara itu, Agus juga mengatakan bahwa kesejahteraan yang dimaksud meliputi kesejahteraan fisik, kesejahteraan rohani, dan juga kesejahteraan sosial.

Agus menjelaskan, pemerintah terus mengupayakan agar anak usia sekolah dan remaja memiliki kesehatan yang holistik, tidak hanya sehat secara fisik namun juga secara mental dan sosial.

"Sehat secara sosial dapat juga diartikan dengan anak memiliki empati yang baik, cara bergaul dan berkomunikasi yang baik, tidak menjadi pelaku perundungan dan memiliki budi pekerti yang baik," katanya.

Baca juga: Kemenko PMK: Kapasitas pemeriksaan COVID-19 tetap harus diperkuat
Baca juga: Kemenko PMK ingatkan perlunya kolaborasi program penurunan stunting