Kemenko: Tesla ingin kembangkan sistem penyimpanan energi di Indonesia

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 1 menit

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi (Marinves) Septian Hario Seto mengungkapkan rencana investasi Tesla Inc di bidang Energy Storage System (ESS) atau sistem penyimpanan energi dengan daya besar.

"Dengan Tesla ini ada satu lagi kerja sama di bidang ESS. Ini mirip baterai atau powerbank dengan kapasitas besar, bisa puluhan MegaWatt (MW), bahkan sampai 100 MW juga bisa," katanya dalam jumpa pers virtual, Jumat.

Menurut Seto, ESS akan menggantikan pembangkit yang permintaan listriknya dalam satu waktu melebihi penggunaan rata-ratanya. Dengan demikian, dibandingkan membangun pembangkit listrik baru, "baterai" tersebut bisa diisi saat permintaan rendah.

Baca juga: Terima proposal Tesla, pemerintah gelar pertemuan lanjutan pekan depan

Tesla sendiri, lanjut Seto, telah membangun sistem tersebut di Australia dan mengkombinasikannya dengan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

"Ini sedang dipelajari secara internal, tapi mereka (Tesla) memang mencontohkan kesuksesan mereka di Australia," kata Seto.

Seto menuturkan Tesla sangat ingin bekerja sama dengan Indonesia walaupun permintaan akan sistem tersebut cukup tinggi dari berbagai negara. Pasalnya, kondisi Indonesia yang berbentuk kepulauan dengan potensi EBT yang melimpah menjadi pertimbangan utama kerja sama tersebut.

"Jadi suplainya dari sisi mereka pun, ESS ini tidak banyak, tapi mereka ingin sekali bekerja sama dengan Indonesia karena mereka lihat Indonesia negara kepulauan dan punya potensi renewable energy, mereka bisa mengkombinasikan teknologi mereka dan beri manfaat maksimal," kata Seto.

Baca juga: Tim Percepatan Baterai Listrik ungkap progres negosiasi dengan Tesla