Kemenkominfo dorong ASN adopsi teknologi digital tingkatkan layanan

Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Bonifasius Wahyu Pudjianto mendorong Aparatus Sipil Negara (ASN) untuk dapat mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat.

“Melalui pelatihan literasi digital, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan kecakapan penggunaan teknologi digital, meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan perangkat dan akun yang digunakan serta mendorong ASN untuk mengenal dan mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan sektor publik pada masyarakat,” ujar Bonifasius dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, Kemenkominfo dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga berkolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan literasi digital sektor pemerintahan untuk ASN Kabupaten Purbalingga. Pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi digital bagi ASN, yang merupakan salah satu target nasional Kemenkominfo menuju transformasi digital di Indonesia.

Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 lalu, didapatkan skor atau tingkat literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.49 dari 5.00.

Berdasarkan skor tersebut, tingkat literasi digital di Indonesia berada dalam kategori “sedang”. Kegiatan literasi digital pada segmen pemerintahan merupakan salah satu upaya Kemenkominfo dalam meningkatkan literasi digital untuk mempercepat transformasi digital di lingkungan ASN menuju Indonesia #MakinCakapDigital.

Baca juga: Kemenkominfo luncurkan "chatbot" literasi digital
Baca juga: Indodax berharap literasi masyarakat soal aset digital terus meningkat

Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, mengatakan ASN harus mengikuti perkembangan teknologi dan mendukung program literasi digital.

"Sebagai ASN, harus betul-betul bijak dalam menggunakan internet. Kita juga harus dapat mengimplementasikan pilar-pilar literasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Manfaatkan juga untuk melakukan pelayanan publik dan membuat inovasi melalui teknologi, karena ASN adalah ujung tombak pemerintahan,” kata Dyah.

Kepala Lab Psikologi Kampus Bekasi, BINUS University, Cornelia Istiani, mengatakan identitas seseorang bisa dinilai dari perilakunya. Oleh karena itu, perilaku di dunia nyata dan di dunia digital harus sama atau selaras.

"Penggunaan teknologi juga bisa mempengaruhi cara berpikir kita. Jika kita memaknai betul nilai Pancasila dalam membangun budaya digital, maka emosi, keterlibatan, hubungan, kebermaknaan dan pencapaian kita akan dinilai baik. Lakukan kolaborasi dan inovasi agar budaya digital yang dibangun bisa mendorong transformasi digital Indonesia," kata Cornelia.

Baca juga: BPIP gelar Literasi Digital Pancasila peringati Sumpah Pemuda
Baca juga: Kemenkominfo: Kecakapan digital pemuda dorong kemajuan Indonesia