Kemenkominfo dorong ASN tingkatkan pelayanan melalui literasi digital

Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo Bonifasius Wahyu Pudjianto mendorong agar aparatur sipil negara (ASN) meningkatkan pelayanan pada masyarakat melalui penguatan literasi digital.

“Dari materi penguatan literasi digital yang diberikan, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan ASN pada masyarakat,” ujar Bonifasius dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa.

Sebelumnya, Kemenkominfo dan Kemenkes berkolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) literasi digital segmen pemerintahan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenkes.

Kegiatan literasi digital segmen pemerintahan bertujuan untuk mempersiapkan para ASN Kemenkes dengan pemahaman literasi digital untuk menjadi pelatih literasi digital di lingkungan pemerintahan pada 2023 mendatang.

Kegiatan itu merupakan bagian dari usaha meningkatkan literasi digital secara kognitif dan praktis bagi ASN di Indonesia menuju transformasi digital Indonesia.

Baca juga: Akademisi tekankan pentingnya digitalisasi budaya di Indonesia
Baca juga: APJII dukung kolaborasi pemerintah bangun literasi digital

Kapasitas masyarakat Indonesia perihal Literasi Digital memiliki skor 3.49 dari 5.00, yang berada dalam kategori “sedang”. Hal ini berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021.

“Melalui pelatihan itu diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan kecakapan penggunaan teknologi digital, meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan perangkat dan akun yang digunakan serta mendorong ASN untuk mengenal dan mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik lagi pada masyarakat,” imbuh dia.

Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan, Doddy Izwardy, mengatakan masyarakat diharapkan memiliki tingkat literasi komunikasi yang baik terutama terkait literasi digital melalui pemanfaatan teknologi secara cerdas sesuai dengan aturan dan etika yang berlaku.

“Hal ini bertujuan agar dapat meningkatkan mutu kebijakan kesehatan berbasis data yang akurat juga lengkap dengan pelayanan yang efisien pada tingkat puskesmas, klinik, rumah sakit, laboratorium, dan apotek,” kata Doddy.

Baca juga: Literasi digital penting sebagai panduan hadapi kecanggihan teknologi
Baca juga: Wakil Ketua MPR: Transformasi digital harus didukung regulasi/literasi

Praktisi literasi digital, Cahyo Edhi Widyatmoko, mengatakan ASN harus memiliki etika dan tanggung jawab penuh terhadap data yang disampaikan pada masyarakat.

“Sebagai ASN, kita wajib mengkomunikasikan informasi dan data dengan baik secara tepat dan akurat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dari masyarakat umum,” kata Cahyo.

Seorang ASN dalam bermedia sosial juga harus memiliki etika yang bijak dengan memberikan informasi yang dapat dipercaya agar terhindar dari misinformasi.

Baca juga: Indodax berharap literasi masyarakat soal aset digital terus meningkat
Baca juga: Kemenkominfo dorong ASN adopsi teknologi digital tingkatkan layanan