Kemenkominfo selenggarakan literasi digital bagi ASN di Jatim

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri (BPSDM Kemendagri) menyelenggarakan kegiatan literasi digital bagi aparatur sipil negara (ASN) di Jawa Timur (Jatim).

"Kegiatan literasi digital sektor pemerintahan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dunia digital di kalangan ASN, " Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Dia menambahkan pelatihan itu bentuk kolaborasi antara BPSDM Kemendagri dan Direktorat Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo.

"Kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi ASN di bidang digital," katanya.

Ia menjelaskan kegiatan itu sangat penting diadakan untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan ASN di Jatim dalam menghadapi perkembangan digital yang pesat.

"Kami berharap dapat memberikan pencerahan tentang pentingnya mengikuti perkembangan digital, pemahaman aplikasi pemerintahan, dan lain-lain. Pada kesempatan ini, kami akan menyampaikan hal teknis terkait keamanan digital dan kecakapan digital," katanya.

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Fungsional dan Teknis Kemendagri, Dian Andi Permana, mengatakan pandemi COVID-19 mengubah cara kerja ASN dalam melayani masyarakat.

"Saat ini kita belum lepas dari COVID-19, itu menjadi tantangan bagi kita. Kita tidak bisa bertatap muka, namun bagaimana kita bisa tetap melayani masyarakat. Untuk itu kita perlu paham aplikasi dan teknologi," katanya.

Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Elistianto Dardak,mengatakan pemahaman literasi digital di lingkungan ASN diperlukan untuk meningkatkan produktivitas bekerja.

"Tentunya menjadi sangat penting bahwa literasi digital ini bisa kita matangkan di tengan ASN kita. Kita harus bisa menggunakan aplikasi pemerintahan untuk bekerja secara paperless, menemukan balance untuk bisa fleksibel dalam bekerja," katanya.

Ia menjelaskan, pentingnya literasi digital dalam pemanfaatan aplikasi yang biasa digunakan setiap harinya untuk mempermudah pekerjaan.

"Literasi digital ini bukan masalah habit, tapi bagaimana kita mengelola pekerjaan menggunakan aplikasi-aplikasi digital," demikian Emil Elistianto Dardak.


Baca juga: Wapres: ASN harus kuasai literasi digital

Baca juga: Kemenkominfo: ASN berperan penting dalam transformasi digital

Baca juga: Gubernur Jatim: Modul literasi digital memberi manfaat bagi Indonesia

Baca juga: Pemerintah gandeng kampus tingkatkan literasi digital

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel