Kemenkop adakan kegiatan konsolidasi kemitraan UKM dengan agregator

Kementerian Koperasi dan UKM mengadakan kegiatan mengkonsolidasikan kemitraan antara agregator dengan para pelaku UKM yang terwadahi dalam satu ekosistem kluster.

Hal tersebut tujuan untuk menciptakan ekosistem UKM go ekspor yang berdaya saing tinggi menimbang masih ada beberapa UKM yang sudah ekspor namun berjalan sendiri-sendiri, dan UKM yang belum bisa ekspor.

“Kemitraan dengan agregator yang kuat menjadi kunci sukses untuk menciptakan ekosistem UKM go ekspor yang berdaya saing tinggi,” ucap Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Deputi Bidang UKM Kemenkop Dwi Andriani Sulistyowati di Cirebon, Jawa Barat, lewat keterangan resmi, Jakarta, Jumat.

Untuk membangun UKM, tak hanya membuat badan usaha tersebut memiliki daya tahan, namun harus dikonsolidasikan dari hulu ke hilir. Melalui program yang diadakan Kemenkop itu, agregator dikenalkan dari hulunya, dan selanjutnya agregator itu akan mendampingi terutama dalam mengakses peluang pasar ekspor atau membuat produk baru mengikuti tren pasar.

Dalam kegiatan “Pengembangan Sumber Daya Manusia UKM Berbasis Kemitraan antara agregator dengan UKM go ekspor,” terdapat 30 UKM furnitur dan home decor serta menghadirkan agregator sebagai narasumber dari PT Homeware Internasional Indonesia. Tidak hanya sebagai narasumber, agregator juga menjadi pendamping pelaku UKM ke depannya.

Selain itu, ada pula Buyer Representatif dari PT Tikamoon Sourcing Indonesia dan Harley Craft Fashion.

“Selama ini, Cirebon dikenal sebagai sentra kerajinan home decor atau furnitur berbahan baku rotan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini akan dibangun ekosistem kluster furnitur dan home decor khas Cirebon,” ungkap dia.

Para pelaku UKM diberikan materi penunjang serta berbagi ilmu dan pengalaman dari para agregator, serta sebagai wadah untuk saling berinteraksi dan mengenalkan usaha maupun produknya masing-masing.

Mereka turut diajak langsung mengunjungi workshop dari para mitra agar bisa melihat secara langsung bagaimana proses produksi serta manajemen, sehingga bisa menginspirasi pelaku UKM untuk menciptakan inovasi dan ide kreasi baru dengan kualitas ekspor.

“Kegiatan serupa juga telah diselenggarakan di beberapa titik wilayah seperti Kota Denpasar dan Gianyar di Bali, Bantul di Yogyakarta, Salatiga di Jawa Tengah, Tangerang di Jawa Barat, dan kini diselenggarakan di Cirebon dari 22-24 September 2022,” kata Dwi.

Baca juga: Kemenkop: Jumlah wirausaha di Indonesia belum capai angka ideal

Baca juga: Kemenkop: KUMKM hanya punya dua pilihan, beradaptasi atau mati