Kemenkop ajak pelaku usaha batik masuk ekosistem digital

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Rully Nuryanto mengajak pelaku usaha batik masuk ekosistem digital dan menyesuaikan permintaan pasar baik dari sisi produksi maupun pemasaran.

"Pandemi COVID-19 juga membuka peluang bagi perekonomian terus tumbuh di Indonesia. Para pelaku industri batik harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan sarana informasi dan teknologi," katanya pada kegiatan Pekan Batik Nasional 2022 di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu.

Menurut dia, saat ini sudah 19,5 juta pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau 34 persen dari jumlah total UMKM yang masuk ke dalam sistem "electronic commerce".

Baca juga: Kemeperin: Industri batik nasional berhasil jadi pemimpin pasar dunia

Transaksi ekonomi digital ini, kata dia, diperkirakan bisa mencapai Rp1.700 triliun pada 2025 sehingga menjadi potensi besar dan peluang bagi perajin dan pedagang batik untuk meningkatkan produksi dan omset penjualan.

Dikatakan, industri batik menjadi bagian dari industri tekstil dan pakaian jadi yang terus didorong untuk bertransformasi baik dari sisi produksi maupun pemasaran.

Kerajinan batik, lanjut dia, sudah menjadi salah satu identitas budaya Bangsa Indonesia dan mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya tak benda milik dunia pada bidang "Intangible Cultural Heritage".

Baca juga: Kemenperin sebut ekspor batik semester I capai 27,42 juta dolar AS

Rully Nuryanto mengapresiasi pelaksanaan Pekan Batik Nasional 2022 di Kota Pekalongan yang bisa dijadikan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, upaya perlindungan, dan pengembangan batik Indonesia sekaligus meningkatkan kecintaan pada produk dalam negeri.

"Selamat atas penyelenggaraan acara pekan batik ini setelah dua tahun tidak bisa diselenggarakan. Hal ini menunjukkan perekonomian Indonesia sudah berangsur membaik, seiring dengan keberhasilan pengendalian COVID-19 di mana berdasar data BPS 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan kedua sebesar 5,44 persen year on year," katanya.

Ia mengatakan angka tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2022 sebesar 5,01 persen, sementara untuk nilai ekspor per Juli 2022 sebesar Rp25,57 miliar dolar AS atau naik 32 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

"Kami berharap melalui kegiatan Pekan Batik Nasional 2022 ini akan semakin memperkuat komunikasi dua arah (engagement) antara pelaku industri batik, produsen, maupun konsumen," katanya.