Kemenkop-UKM dan USAID kerja sama perkuat SDM pengawas koperasi

·Bacaan 1 menit

Kementerian Koperasi dan UKM mengadakan kerja sama dengan The US Agency for International Development Economic Growth Support Activity (USAID-EGSA) dalam rangka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) untuk pejabat fungsional pengawas koperasi di Kemenkop-UKM.

“Mengingat kebutuhan akan Pengawas Koperasi yang memiliki sertifikat kompetensi masih sangat banyak,” ujar Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi dalam keterangan pers, di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan pejabat Fungsional Pengawas Koperasi merupakan fungsional di bawah naungan Kemenkop-UKM yang memiliki tugas untuk melakukan pengawasan terhadap Koperasi Simpan Pinjam (KSP).

Dengan berbagai permasalahan KSP, lanjutnya, pejabat pengawas koperasi dituntut profesionalitas dan kompetensinya.

Saat ini, dinyatakan jumlah KSP kurang lebih sebanyak 17.737 unit di seluruh Indonesia.

Selain kerjasama dengan USAID-EGSA yang dilaksanakan pada 23-25 Agustus 2021, Kemenkop-UKM disebutkan juga menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk pejabat fungsional dan pengawas koperasi bekerja sama dengan berbagai para pemangku kepentingan lainnya.

"Harapan ke depan, permasalahan perkoperasian semakin banyak yang dapat diberikan solusi. Sehingga, kasus-kasus perkoperasian semakin menurun," ucap Zabadi.

Di samping itu, ujar dia, juga pejabat pengawas koperasi diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan daya saing koperasi, sehingga target kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 5,5 persen sampai dengan 2024 dapat tercapai dan 500 koperasi modern terwujud.

Adapun Chief of Party EGSA mengungkapkan Pemerintah Amerika melalui USAID-EGSA Renata Simatupang mengatakan, akan bekerjasama dengan pemerintah Indonesia memperkuat kapasitas SDM pengawas koperasi.

“Dengan meningkatnya jumlah SDM Pengawas Koperasi yang memiliki kompetensi, diharapkan akan menekan jumlah (KSP)/Unit Simpan Pinjam (USP) yang bermasalah," katanya.

Baca juga: Kemenkop: Potensi pasar digital Indonesia 2025 capai Rp1.700 triliun
Baca juga: Kemenkop ajak koperasi simpan pinjam lakukan spin off perluas usaha
Baca juga: Kemenkop gandeng perguruan tinggi cetak wirausaha muda yang produktif

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel