Kemenkop-UKM usul pagu anggaran tahun 2022 Rp1,44 triliun

·Bacaan 1 menit

Kementerian Koperasi dan UKM menyampaikan pagu anggaran tahun 2022 mencapai Rp.1,44 triliun.

“Dalam kesempatan rapat ini, kami mengusulkan adanya perubahan pagu anggaran per program,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ketika rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Jakarta, Senin.

Adapun perubahan pagu tersebut meliputi Program Dukungan Manajemen sebesar yang berdasarkan pagu anggaran tahun 2022 sebesar Rp370,43 miliar, menjadi Rp387,796 miliar.

Perubahan lainnya ialah dari Program Kewirausahaan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Koperasi yang sebelumnya senilai Rp1,071 triliun menjadi Rp1,053 triliun.

Adanya usulan perubahan ini tak mengubah total dari pagu anggaran, hanya berbeda dalam persoalan alokasi untuk kedua program tersebut.

Adapun rinciannya terdiri dari pembiayaan rumah produksi bersama atau factory sharing sebesar Rp100 miliar, sistem data base tunggal UMKM sebesar Rp405,93 miliar, fungsi pendidikan sebesar Rp236,69 miliar, lalu anggaran Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Badan Layanan Umum (BLU) senilai Rp231,14 miliar.

Kemudian, prioritas nasional sebesar Rp203,17 miliar, belanja operasional pegawai senilai Rp120,27 miliar, dan belanja operasional pemeliharaan dengan total 82,98 miliar.

Oleh karena itu, terkait usulan perubahan ini, maka kami meminta persetujuan,” ujar dia.

Adapun progres realisasi anggaran tahun 2021 dengan total pagu sebesar Rp16,11 triliun, sudah terealisasi Rp14,56 triliun atau 90,35 persen per 30 Agustus 2021.

Kemenkop-UKM menargetkan pada triwulan ke-3 akan mencapai 98,18 persen dan pada bulan Desember 2021 menyentuh persentase 99,53 persen.

Baca juga: Kemenkop: Potensi pasar digital Indonesia 2025 capai Rp1.700 triliun
Baca juga: UMKM bakal bangkitkan dan pulihkan perekonomian, kata MenkopUKM
Baca juga: Kemenkop dan BI luncurkan Pusat Wastra Nusantara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel