Kemenkop: UU Perkoperasian Baru Perkuat Kedudukan Koperasi

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian sebagai pengganti UU koperasi yang lama dinilai mampu memperkuat kedudukan koperasi sebagai lembaga otonom di Indonesia.

"Salah satu alasan mendasar penggantian UU Perkoperasian adalah untuk memperkuat koperasi sebagai lembaga otonom yang berbasis kepada anggota," kata Asisten Deputi Bidang Organisasi dan Perundang-undangan Kementerian Koperasi dan UKM Dikdik Suhanda di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, kedudukan tersebut perlu lebih diperkuat melalui pembaharuan UU yang baru agar koperasi bisa berkembang sesuai jati dirinya.

Menurut dia, UU yang baru juga perlu mengadopsi pernyataan jati diri koperasi dari koperasi internasional (International Cooperative Alliance Statement on the Co-operative Identity).

"Ini harus diadopsi sebagaimana telah diputuskan dalam kongres di Manchester Inggris pada 2005," katanya.

Pihaknya menilai selama kurun waktu 14 hingga 20 tahun, perkembangan koperasi di Indonesia belum terlampau optimal.

Hal itu karena ketentuan-ketentuan UU Nomor 25 Tahun 1992 dinilainya relatif masih lemah.

"UU lama secara horisontal kurang sinkron dengan peraturan perundangan lain yang mengatur tentang perekonomian nasional," katanya.

Apalagi dalam UU lama, ketentuan tentang hak anggota, hak badan hukum koperasi sebagai perusahaan, serta hak pihak ketiga dan masyarakat belum mendapatkan perlindungan yang memadai.

"Kami harapkan UU yang baru ini bisa mewadahi dan mendorong perkembangan koperasi agar makin berkembang," katanya.(fr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...