Kemenkum HAM Sebut Citayam Fashion Week Harusnya Jadi Milik Umum

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) mengatakan, ada empat pihak yang telah mendaftarkan nama Citayam Fashion Week (CFW). Termasuk di antaranya Baim Wong yang sudah mengajukan atas nama PT Tiger Wong Entertainment.

Plt Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkum HAM Razilu mengatakan, dari keempat permohonan tersebut, satu di antaranya sudah menarik diri.

"Dari empat permohonan yang ada, per tanggal 25 Juli kemarin pemohon atas nama Indigo Aditya Nugroho telah mengajukan penarikan kembali. Kita sangat apresiasi sikap ini, beliau secara fair mengatakan saya menarik diri," ujarnya dalam sesi konferensi pers, Selasa (26/7).

Razilu menghargai keputusan Indigo yang tak ingin memancing polemik berkelanjutan. Menurut dia, nama Citayam Fashion Week ini seharusnya jadi milik umum. Namun kemudian diambil oleh sekelompok orang untuk digunakan demi kepentingan bisnis.

Oleh karenanya, ia mengajak Baim Wong beserta dua pemohon lain untuk ikut mencabut permohonannya atas penguasaan merek Citayam Fashion Week.

"Harapan kita sebenarnya, supaya tidak berkelanjutan polemik ini di masa mendatang. Pihak-pihak yang telah mengajukan, mengambil sikap yang sama sebaiknya dengan sikap mas Indigo Aditya Nugroho. Sehingga tidak berkelanjutan prosesnya di tempat kita," ungkapnya.

Secara proses, Razilu menceritakan, biasanya pemeriksaan merek dilakukan oleh satu orang, untuk nantinya diverifikasi secara berjenjang. Tapi ada pengecualian untuk kasus Citayam Fashion Week ini.

"Saya sudah diskusi, untuk merek ini kita akan bentuk tim, untuk melakukan pemeriksaan yang ketat. Jadi tidak diperiksa oleh satu orang. Diperiksa oleh satu tim, untuk membuktikan layak kah yang berhak mengajukan merek Citayam Fashion Week ini," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel