Kemenkumham dan WIPO perkuat kerja sama kekayaan intelektual

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan World Intellectual Property Organization (WIPO) memperkuat kerja sama di bidang kekayaan intelektual bersama dengan kantor kekayaan intelektual dari negara lain.

"Indonesia mendukung pembangunan sistem kekayaan intelektual secara global dan terus melakukan upaya yang dapat memberikan dampak positif serta melakukan transformasi berkolaborasi dengan WIPO," kata Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Hal itu disampaikan Yasonna di sela-sela Sidang Majelis Umum WIPO ke-63 di markas WIPO di Geneva, Swiss.

Yasonna menjelaskan delegasi Kemenkumham RI melakukan pertemuan bilateral dengan WIPO, Kyrgyzstan Intellectual Property Office, WIPO Singapore Office, dan Korean Intellectual Property Office pada Jumat (15/7).

Baca juga: Kemenkumham tetapkan 40 UPT percontohan kesehatan bagi narapidana

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menekankan pembahasan terkait kerja sama teknis, baik itu menyangkut peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta program-program teknis yang mendukung pembangunan ekosistem kekayaan intelektual di Tanah Air.

Yasonna mengatakan kerja sama dukungan membangun IP Academy di Indonesia antara lain berupa pelatihan alternative dispute resolution dan pembentukan lembaga manajemen kolektif barang seni di Indonesia.

Kehadiran delegasi Kemenkumham dalam Sidang Majelis Umum WIPO ke-63 itu diharapkan memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekosistem kekayaan intelektual yang lebih baik.

"Tentu saja hal itu dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Baca juga: UNODC dan Kemenkumham jalin kerja sama penguatan UPT pemasyarakatan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel