Kemenkumham Lampung Periksa Dua Pegawai LP Rajabasa

Bandarlampung (Antara) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Lampung memeriksa dua pegawai Lembaga Pemasyarakatan Rajabasa Kelas IA Bandarlampung terkait dengan kabur Tomy Kasman (38), narapidana kasus pembunuhan yang divonis 17 tahun penjara.

"Hari Senin (19/8) mulai dilakukan pemeriksaan sejak pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB terhadap dua orang pegawai dari LP Rajabasa itu," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Lampung Bambang Haryono di Bandarlampung, Selasa.

Dia menjelaskan ada dugaan Tomy melarikan diri pada Kamis (15/8), saat menjalankan pemeriksaan medis terkait sakit jantung yang dideritanya.

Saat itu, pegawai LP Rajabasa yang membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) sebanyak tiga orang.

Tersangka sempat dibawa ke RSUDAM pada pukul 09.00 WIB untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Namun belum diketahui narapidana tersebut melarikan diri pukul berapa.

Ia mengatakan tiga pegawai itu, dua orang dari pengamanan dan satu orang dari kesehatan dengan inisial nama R, F, dan S.

Pemeriksaan didahului dua pegawai pengamanan, sedangkan untuk pegawai kesehatan dilakukan pemeriksaan terpisah pada Selasa.

Mereka merupakan pegawai senior golongan III dan berumur sekitar 40 tahun.

Pihak berwenang di Kanwil Kemenkumham Lampung hingga Selasa masih mencari aktor intelektual yang diduga bermain dalam pelarian napi itu.

"Dalam mengawal narapidana ini, mereka tidak memborgolnya padahal dalam standard operasional prosedurnya itu harus dilakukan. Hingga hari ini kami masih melakukan pendalaman apakah mereka menjaga sesuai SOP itu atau tidak," kata Bambang.

Ia menjelaskan ketiga pegawai LP Rajabasa itu belum diketahui akan dikenakan hukuman ringan atau berat.

Bila terdapat indikasi membantu pelarian napi itu, kata dia, bisa dipecat secara institusi dan hukumannya pun langsung diputuskan Kementerian Hukum dan HAM.

"Jika hukumannya ringan hanya Kepala Kanwil Kemenkumham Lampung yang memberikan sanksi," katanya.

Hukuman untuk tiga pegawai itu sesuai peraturan pemerintah tentang kedisiplinan. Pihak Kemenkumham Lampung masih akan memperdalam pemeriksaan dengan memeriksa pula dokter yang menanganinya dan mencari dokumen penting lainnya.

"Narapidana itu dibawa berdasarkan surat kesehatan dari dokter bahwa 15 hari setelah keluar dari rumah sakit harus dilakukan pemeriksaan kesehatan selanjutnya," katanya.

Tomy sebelumnya memang sudah pernah dirawat, sedangkan pada Kamis (15/8) telah genap 15 hari. Berdasarkan rujukan dokter, pasien itu harus dilakukan pengecekan kesehatan lebih lanjut.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.