Kemenkumham paparkan empat program utama setjen pada 2022

·Bacaan 1 menit

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memaparkan empat program utama sekretariat jenderal (setjen) yang menjadi prioritas pada 2022.

"Setjen mempunyai peran strategis sebagai dukungan manajemen, penegakan dan pelayanan hukum, pembentukan regulasi dan pemajuan serta penegakan HAM," kata Sekretaris Jenderal Kemenkumham Andap Budhi Revianto, di Jakarta, Senin.

Andap mengatakan terdapat beberapa poin penting yang dimandatkan kepada Kemenkumham dan akan menjadi perhatian bersama untuk dilakukan pada 2022.

Pertama, setjen harus bisa meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Kedua, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan serta memperkuat stabilitas politik hukum dan keamanan termasuk pelayanan publik.

Memasuki awal tahun 2022, Andap mengajak seluruh insan pengayoman untuk mengawalinya dengan lebih baik lagi. Hal itu dapat dimulai dari aspek kesehatan, tetap produktif dan optimistis menatap pencapaian baru.

Ia juga mengingatkan jajarannya agar selalu belajar dari pengalaman yang telah dilalui serta menjadikan 2022 sebagai pembawa semangat baru.

Khusus bagi pimpinan di lingkungan Kemenkumham, Sekjen Kemenkumham itu menegaskan agar selalu memberi petunjuk dan arahan kepada segenap jajaran sebagai lapis kemampuan.

"Berikan petunjuk dan arahan kepada jajaran di bawah setiap saat terkait perkembangan terbaru suatu informasi. Selain itu, pemimpin juga harus memberikan contoh yang baik," kata dia.

Dalam mengimplementasikannya, maka seorang pemimpin terlebih dahulu harus tahu posisinya. Hal itu tentu saja memerhatikan tugas dan fungsi utama serta tugas mandatori dalam rangka pelaksanaan rencana kerja ke depannya.
Baca juga: Menilik wajah Kemenkumham setahun terakhir
Baca juga: Kemenkumham dorong inovasi untuk pelayanan publik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel