Kemenkumham pelajari pengembangan indikasi geografis di Italia

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mempelajari pengembangan produk dan promosi hak indikasi geografis di Kantor Yayasan Qualitivia Roma, Italia.

"Indonesia ingin terus meningkatkan perlindungan serta komersialisasi indikasi geografis agar semakin banyak yang mendunia," kata Direktur Merek dan Indikasi Geografis DJKI Kemenkumham Kurniaman Telaumbanua dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

DJKI menilai Yayasan Qualitiva berhasil melakukan pengembangan produk serta strategi-strategi promosi hak indikasi geografis.

"Di Italia, ekonomi berbasis indikasi geografis telah menciptakan suatu model ekonomi yang sukses," tambahnya.

Senada dengan Kurniaman, Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Sucipto menyebutkan terdapat empat nilai yang bisa diimplementasikan untuk pengembangan dan promosi produk indikasi geografis Indonesia.

Pertama, melakukan promosi melalui pasar domestik, pasar internasional, dan lokapasar. Kedua, melalui sektor pariwisata dengan pengembangan proyek kebudayaan
yang mempertimbangkan aspek lingkungan dan berkelanjutan.

Ketiga, menginformasikan kepada konsumen tentang nilai dari produk indikasi geografis yang akan memengaruhi penilaian konsumen. Keempat, memasarkan produk indikasi geografis yang menonjolkan kekhasan daerah.

Baca juga: Kemenkumham: Pendaftaran KI penting bagi pelaku ekonomi kreatif

Dari pertemuan tersebut, Yayasan Qualitiva bersama DJKI dan Arise+ Indonesia akan menjalin kerja sama dalam kerangka mekanisme pengembangan produk indikasi geografis di Indonesia melalui beberapa program.

Sementara itu, Manajer Umum Yayasan Qualivita Mauro Rosati menilai dari sisi penegakan hukum terhadap indikasi geografis, Indonesia sudah terintegrasi dengan baik. Namun, dari sisi kontrol kualitas, penegakan hukum, promosi, serta pemasaran produk indikasi geografis Indonesia masih perlu dibenahi dalam implementasinya setelah terdaftar.

Sebagai tambahan informasi, Yayasan Qualitiva adalah organisasi budaya dan ilmiah yang berdiri sejak tahun 2000 di Italia.

Indikasi geografis merupakan penyebutan nama suatu negara, daerah, atau wilayah untuk menunjukkan asal suatu produk berdasarkan kualitas, sifat khusus, dan faktor alam; seperti Kopi Arabika Kintamani Bali, Kopi Arabika Tanah Karo, Susu Kuda Sumbawa, Ubi Cilembu, dan Mebel Ukir Jepara.

Baca juga: Kemenkumham: Pemusnahan 1,3 juta bolpoin palsu melanggar merek dan IG