Kemenkumham siapkan SMAP wujudkan kantor KI kelas dunia

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyiapkan sistem manajemen anti-penyuapan (SMAP) untuk menuju kantor kekayaan intelektual (KI) kelas dunia atau world class IP office.

"Untuk mencapainya, DJKI Kemenkumham menyiapkan sertifikasi ISO 9001:2015 yaitu sertifikasi manajemen mutu (SMM) dan sertifikasi ISO 37001:2016 atau SMAP," kata Inspektur Wilayah V Inspektorat Jenderal Kemenkumham Marasidin melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Marasidin mengatakan sertifikasi tersebut penting guna mencegah praktik korupsi serta mendukung reformasi birokrasi di DJKI. Sasarannya ialah untuk menerapkan pemerintahan yang bersih, akuntabel dan berkinerja tinggi serta pelayanan publik yang baik dan berkualitas.

Baca juga: Kemenkumham tingkatkan kualitas pemeriksaan paten pada 2023

Baca juga: Kemenkumham upayakan biaya perlindungan KI lebih terjangkau

Langkah-langkah yang diterapkan DJKI ialah membangun aparatur dan sistem. Khusus aparatur, setiap ASN harus memiliki komitmen, membangun pola pikir layanan cepat, budaya integritas, serta membangun budaya antikorupsi, jelas dia.

Kemudian, untuk membangun sistem yang baik maka harus diterapkan berbagai instrumen yaitu standar operasional prosedur, peraturan, serta inovasi layanan publik yang bertujuan untuk mencegah terjadinya korupsi dan perbuatan tercela lainnya.

"Tujuannya untuk memberi kepuasan dan kepercayaan terhadap penerima layanan," kata dia.

Selain penerapan reformasi birokrasi, terdapat beberapa poin penting menuju kantor kekayaan intelektual kelas dunia. Pertama, penyelesaian target kinerja secara terukur, dan memberikan pelayanan terbaik untuk publik.

Poin lainnya ialah menjaga tata kelola pemerintahan agar tetap akuntabel, transparan, dan berintegritas serta memberikan layanan terbaik dalam pelindungan kekayaan intelektual.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel