Kemenkumham Sulut gelar lomba menyanyi lestarikan budaya daerah

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar lomba busana dan menyanyi dalam melestarikan budaya daerah.

"Lomba ini merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Dharma Karya Dika ke-77," kata Kepala Kemenkumham Sulut Haris Sukamto, di Manado, Jumat.

Haris Sukamto mengatakan lomba fashion show antara lain untuk mengangkat busana adat daerah Sulut.

Pada lomba yang diikuti para peserta yang merupakan pegawai jajaran Kemenkumham Sulut itu, memakai busana adat dari berbagai daerah di Sulut.

Peserta memakai busana adat, di tempat mereka bertugas, seperti dari Bolaang Mongondow hingga Kepulauan Talaud.

Selain busana adat, lomba juga diikuti peserta dengan memakai pakaian santai dalam mendukung pariwisata di daerah itu.

Selain, fashion show, lanjut Haris, juga digelar lomba menyanyi dengan lagu wajib lagu daerah.

'Dengan lagu wajib daerah tersebut, kita ikut melestarikan lagu-lagu daerah Sulut. Ini adalah budaya, dan kita harus hargai budaya tersebut. Sulut memiliki banyak atau beragam lagu daerah yang diciptakan, dan itu harus kita lestarikan,"kata Haris.

Lagu daerah yang dilombakan antara lain "Patokaan" dan "O ina ni keke" dari Minahasa.

Lomba tersebut diikuti 22 satuan kerja Kemenkumham Sulut, dengan menghadirkan yuri dari eksternal antara lain Dio Idol.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel