Kemenlu RI pantau program Oxfam di NTT

Kementerian Luar Negeri RI melakukan pemantauan terhadap berbagai program yang sedang dilakukan lembaga Oxfam di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Pemerintah Kabupaten Kupang sangat berterima kasih karena banyak program dilakukan lembaga internasional memiliki manfaat untuk masyarakat daerah ini," kata Bupati Kupang, Korinus Masneno saat menerima Kunjungan tim Perizinan Ormas Asing (TPOA) Kementerian Luar Negeri dan Kemensos serta Oxfam di Kupang, Rabu.

Ia mengatakan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kupang berterima kasih atas kepedulian Pemerintah Pusat untuk pembangunan Kabupaten Kupang yang merupakan daerah terluar karena berbatasan dengan dua negara asing yaitu negara Australia maupun Timor Leste.

Menurut dia kondisi geografis Kabupaten Kupang yang sangat berat sehingga membutuhkan bantuan dari berbagai pihak dalam mendukung pembangunan masyarakat di daerah itu.

Baca juga: Oxfam prediksi 500 juta warga bisa jatuh miskin akibat COVID-19

Baca juga: Konsepsi NTB gelar Sekolah Lapang Iklim di Sembalun Lombok Timur

Dia berharap kehadiran berbagai pihak itu untuk hadir sebagai bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.

"Kami di Kabupaten Kupang tidak ada ruang untuk saling menyalahkan dan melemahkan. Pentingnya bangun kerja sama antar OPD dan LSM," tegasnya.

Menurut dia kegiatan pemantauan sekaligus evaluasi dilakukan Kementerian Luar Negeri dan Kemensos merupakan wujud kerja sama yang baik antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"Monitoring dan evaluasi yang dilakukan saat ini merupakan salah satu bagian dari solusi,"kata Korinus Masneno.

Kunjungan tim Perizinan Ormas Asing (TPOA) ke Kabupaten Kupang dalam rangka melakukan pemantauan dan evaluasi untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan program Oxfam di lapangan.

Program kerja sama Kemensos RI dan Oxfam ini sebagai program pengembangan ekonomi bagi kelompok rentan, penguatan kepemimpinan perempuan yang memiliki kerentanan sosial ekonomi, kesiapsiagaan bencana serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak.

Proyek Oxfam untuk Indonesia Women in Leadership berlokasi di enam desa di Kabupaten Kupang yaitu Desa Nekbaun, Niukbaun, Oelomin, Tunfeu, Oebelo dan Oesena.

Koordinator tim perizinan ormas asing Kementerian Luar Negeri RI, Indra Primasetya, mengatakan kinerja ormas asing di Indonesia ialah mengisi ruang yang belum terjangkau oleh program pemerintah, melakukan monitoring dan evaluasi serta memiliki memorandum saling pengertian dengan Kementerian Sosial RI.

Baca juga: 196 perempuan dilibatkan dalam pelestarian bambu di Pulau Flores

Baca juga: Organisasi internasional minta vaksin COVID-19 bebas paten dan murah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel