Kemenparekraf dorong pelaku usaha manfaatkan aplikasi "Ayo ke Lombok"

Royke Sinaga
·Bacaan 2 menit

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong para pelaku usaha di Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat mempromosikan produknya dengan memanfaatkan aplikasi "Ayo ke Lombok".

Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif Kamenparekraf Muhammad Ricky Fauziyani, di Kabupaten Lombok Barat, Rabu, mengatakan aplikasi "Ayo ke Lombok" adalah salah satu inovasi dinas pariwisata untuk membantu para pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Lombok Barat memasarkan produk-produknya.

"Mulai dari produk ekraf, akomodasi, kuliner, transportasi, dan destinasi wisata. Saat ini, aplikasi Ayo Ke Lombok sudah dapat diunduh di playstore," katanya di hadapan peserta bimbingan teknis pemasaran digital bagi pelaku ekraf di pantai Cemare, Desa Lembar Selatan.

Sebelumnya, bimbingan teknis pemasaran digital bagi pelaku ekraf digelar di Desa Midang, Kecamatan Gunungsari, Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, dan Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat.

Kegiatan serupa kembali digelar di Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, dan Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar.

"Insya Allah, ke depan kita akan kembali lagi untuk pelatihan kewirausahaan dan memberikan pendampingan dalam mengisi kanal Ayo ke Lombok," kata Ricky.

Pada kesempatan itu, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, berpesan agar para pelaku ekraf di daerahnya saling mendukung dan saling menyanjung.

"Masing-masing pelaku ekraf juga harus semakin getol dan gencar mempromosikan kelebihan-kelebihan produk yang dihasilkan masing-masing.Dengan begitu cara bersaing akan menjadi sehat," katanya.

Selain pemaparan tentang pemasaran digital, kegiatan bimbingan teknis juga diisi dengan teknik pengambilan foto.

Winda Ekasusanti, salah seorang peserta menganggap kegiatan yang diikutinya sangat bermanfaat dalam mempromosikan produk-produknya. Ia berharap kegiatan semacam itu lebih sering digelar.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi kami karena kami diajari bagaimana cara mengambil foto produk kami dan cara kami mempromosikan di sosial media," ujarnya.
Baca juga: Kemenparekraf dukung pendanaan lahan enclave Mandalika
Baca juga: Kemanprekraf revitalisasi toilet di Bali dan lima DPSP Indonesia
Baca juga: Kemenparekraf pastikan destinasi wisata di Lombok terapkan CHSE