Kemenparekraf dorong Waterfront sebagai ruang publik kegiatan kesenian

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong pemanfaatan Waterfront City Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kesenian, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.

"Seperti yang sudah disampaikan Presiden bahwa Waterfront Labuan Bajo bisa digunakan untuk kegiatan kesenian, maka kita akan lakukan banyak kegiatan kebudayaan, festival, pariwisata, dan event lainnya untuk memanfaatkan ruang terbuka dan merayakan bagaimana Labuan Bajo menjadi destinasi yang bisa memiliki aktivitas yang berbeda," kata Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina di Labuan Bajo, Minggu.

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Marina Labuan Bajo yang diberi nama Waterfront City Labuan Bajo baru saja diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Baca juga: Delegasi DEWG G20 puji Labuan Bajo

Kemenparekraf melalui BPOLBF akan berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan untuk pemanfaatan Waterfront yang terbagi dalam lima zona itu.

Selain untuk kegiatan kesenian, Waterfront akan dimanfaatkan sebagai command center dan pusat informasi wisatawan sehingga menjadi titik nol pariwisata Labuan Bajo sebelum wisatawan terhubung dengan poin-poin destinasi lainnya sepanjang Flores, Lembata, Alor dan destinasi NTT lainnya.

Dia mengatakan upaya yang dilakukan merupakan bagian dari menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas.

Waterfront City telah menjadi magnet baru pariwisata dalam menghidupkan kembali ruang publik komunitas kreatif dan UMKM lokal.

Shana pun mengajak banyak pihak terlibat dalam pemanfaatan tempat itu sehingga Labuan Bajo dapat menjadi pintu gerbang pariwisata dan ekonomi kreatif yang ada di Flores.

Waterfront City memiliki lima zona terintegrasi sepanjang 4,5 km yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas publik.

Baca juga: Pemda NTT segera tertibkan kapal wisata di Labuan Bajo

Zona satu ialah zona pejalan kaki atau promenade di Bukit Pramuka. Zona dua untuk pembangunan promenade di Kampung Air. Zona tiga untuk pembangunan plaza, menara pandang, ruang publik, dan terminal penumpang. Zona empat untuk pembangunan promenade yang merupakan bagian dari plaza hotel BUMN. Dan zona lima untuk pembangunan promenade area kuliner dengan struktur kantilever.

"Sepanjang Waterfront ini ada Kampung Air, Kampung Baru yang sudah disiapkan sarana hunian wisatawan juga dan tentunya mereka semua bisa rasakan sunset di wilayah Waterfront," ungkap Shana.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel