Kemenparekraf Evaluasi Mekanisme Perizinan Kegiatan Festival Musik

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan jajarannya menggelar Rapat Evaluasi Mekanisme Perizinan Penyelenggaraan Kegiatan di Hotel Four Seasons Hotel, Jakarta Rabu (9/11). Rapat dilakukan untuk mengelavuasi sejumlah festival musik yang bermasalah.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa mengatakan, pihaknya mengundang seluruh stakeholder guna mengevaluasi sejumlah peristiwa yang terjadi di industri event.

"Akhir-akhir ini kita dihadapkan dengan kabar tak sedap dengan adanya beberapa event seperti Berdendang Bergoyang, Konser Musik Jatim Fair, Kickfest 2022, Konser NCT yang berbuntut kericuhan, bahkan menyebabkan puluhan orang pingsan saat event berlangsung," ungkap Rizki Handayani dalam keterangannya, Senin (14/11).

"Untuk itu, Rapat Evaluasi Mekanisme Perizinan Penyelenggaraan Kegiatan dilaksanakan untuk mengevaluasi serta berdiskusi lebih lanjut dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan terkait langkah yang dapat diambil, agar ke depannya musibah seperti itu tidak terulang lagi," paparnya.

Rizki menyampaikan, Kemenparekraf terus mendorong pemulihan sektor parekraf. Hal sesuai langkah strategis Sandiaga Uno merujuk arahan Presiden Joko Widodo untuk menggeliatkan industri event yang menjadi lokomotif pemulihan ekonomi nasional. Sebab, mengacu survei IVENDO, industri event sangat menjanjikan, yakni sebesar Rp 423 miliar pasca pandemi covid-19.

Meski angka tersebut menurun dibandingkan potensi bisnis sebelum pandemi, yakni sebesar Rp164 triliun per tahun, tetapi hal ini menjadi pertanda mulai bergeliatnya lagi industri event di Indonesia.

Oleh karena itu, Rizki berharap tahun ini bisa menjadi momen pemulihan ruang gerak dan eksplorasi industri event maupun ekonomi kreatif.

"Sebagai upaya percepatan dan pemulihan pariwisata pasca pandemi covid-19, Kemenparekraf telah memiliki buku pedoman CHSE sebagai panduan bagi seluruh penyelenggara kegiatan," jelas Rizky.

"Tujuannya agar senantiasa mengutamakan kesehatan dan keselamatan setiap orang yang terlibat dalam event sesuai arahan Menparekraf RI, Sandiaga Uno kepada kami," paparnya.

Dalam CHSE, lanjutnya, para penyelenggara kegiatan harus senantiasa memperhatikan dan mematuhi ketentuan penyelenggaraan kegiatan. Di antaranya mematuhi batasan carrying capacity, menyediakan early warning system, menyediakan jalur evakuasi, serta menyiapkan ketersediaan CPR.

Selain itu, penyelenggara kegiatan harus memperhatikan manajemen kerumunan, manajemen resiko dan penerapan protokol CHSE secara disiplin. CHSE akan di galakkan dan di sosialisasi kan kepada semua stake holders serta di ramu lagi berdasarkan masukan-masukan hasil dari rapat koordinasi ini.

"Kita bisa melihat beberapa event yang sukses diselenggarakan dengan menerapkan protokol CHSE secara disiplin walaupun pengunjung yang hadir berjumlah besar, seperti Synchronize Festival, Festival Jajanan Bango, dan sebagainya," ungkap Rizki.

"Protokol CHSE akan digalakkan lagi dan disosialisasikan kembali lebih luas kepada semua stakeholders serta diramu kembali dan ditambahkan berdasarkan masukan-masukan hasil dari rapat koordinasi ini," tambahnya.

Rizki menegaskan, keamanan event menjadi tanggung jawab seluruh pihak. Tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat internasional baik penyelenggara event maupun pengunjung event, turis domestik maupun internasional.

"Diharapkan ke depannya industri event tetap dapat berjalan dengan baik fun dan aman," tutupnya.

Turut hadir dalam rapat itu Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Kreativitas Kemenparekraf, Joshua Simanjunta, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis (Kemenparekraf, Fadjar Hutomo, dan Kepala unit kebijakan strategis Tim Pakar Satgas Covid-19, Nyoman.

Selanjutnya, perwakilan Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lansia, Kemenkes, Harry Papilaya Kadisparekraf Prov DKI Jakarta, Andhika Permata pihak Kepolisian serta sejumlah asosiasi event seluruh Indonesia.

Di antaranya Asosiasi Promotor Indonesia (APMI), Indonesia Event Industry Council (IVENDO), Forum Backstagers Indonesia dan (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia) ASPERAPI.

[ray]