Kemenparekraf gelar Simulasi Protokol "CHSE Experience" di Yogyakarta

Budi Suyanto
·Bacaan 2 menit

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) melakukan kolaborasi dengan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) untuk menyelenggarakan simulasi protokol CHSE Experience, pada 2 Desember 2020, di D’Monaco, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf, Edy Wardoyo, dalam keterangannya, Kamis, menjelaskan acara sosialisasi dan simulasi panduan event ini merupakan salah satu bentuk dukungan dari pemerintah bagi para pelaku industri event di Indonesia, terkait dengan panduan pelaksanaan kegiatan event yang sesuai dengan adaptasi kebiasaan baru.

“CHSE Experience ini sebagai bentuk sosialisasi dan simulasi terhadap panduan pelaksanaan prokotol kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan dalam penyelenggaraan kegiatan (events), yang dibuat oleh Kemenparekraf/Baparekraf untuk pelaku industri ekonomi kreatif terutama dalam penyelenggaraan sebuah acara,” katanya.

Baca juga: Pelaku industri wisata di Badung-Bali diajak terapkan protokol CHSE

Rangkaian kegiatan ini menggunakan konsep “walkthrough” secara menyeluruh. Dimana proses sosialisasi dan simulasi sudah dimulai sejak pengunjung melakukan registrasi secara online, dilanjutkan pada setiap titik perjalanan, yang dilewati oleh pengunjung, yaitu ketika memasuki area acara hingga para pengunjung selesai menyaksikan acara.

Turut hadir dalam kegiatan CHSE Experience ini Kepala Dinas Pariwisata D.I. Yogyakarta Singgih Raharjo, perwakilan dari Asosiasi Promotor Musik Indonesia Doni Djunardy, Praktisi Event dan juga Founder Kustomfest Lulut Wahyudi, serta dimeriahkan oleh penampilan musik dari group band Shaggydog.

Baca juga: Menparekraf dorong hotel dan restoran di Labuan Bajo sertifikasi CHSE

“Dengan adanya kegiatan sosialisasi dan simulasi ini, diharapkan industri event pariwisata Indonesia bisa semakin semangat untuk terus berkarya dan menghasilkan event-event berkualitas yang mampu mendukung peningkatan citra pariwisata Indonesia, khususnya di Yogyakarta, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang berlaku untuk kepentingan bersama,” jelas Edy Wardoyo.

Untuk buku panduan mengenai protokol kesehatan berbasis CHSE pada penyelenggaraan kegiatan (events) dapat diunduh melalui situs https://chse.kemenparekraf.go.id/.

Selain itu di dalam situs tersebut juga tersedia buku panduan protokol kesehatan di bidang pariwisata lainnya.