Kemenparekraf gelar Wisata Edukasi Tematik di Semarang-Magelang

Bambang Sutopo Hadi
·Bacaan 2 menit

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Program Wisata Edukasi Tematik Nusantara di Kota Semarang dan Kabupaten Magelang pada 17-20 November 2020 sebagai salah satu upaya menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan di objek-objek wisata saat pandemi COVID-19.


"Melalui kegiatan ini, kami ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa pada prinsipnya pariwisata sudah siap dengan penerapan segala macam protokol kesehatan," kata Rizki Permana selaku Sub Koordinator Wisata Buatan II Direktorat Promosi Wisata Minat Khusus Kemenparekraf di sela pembukaan pelaksanaan Program Wisata Edukasi Tematik Nusantara di Semarang, Selasa (17/11) malam.

Baca juga: Kemenparekraf dorong pengelola desa wisata terapkan protokol kesehatan


Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk reaktivasi industri pariwisata sekaligus upaya meyakinkan masyarakat, khususnya para wisatawan bahwa objek-objek wisata sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.


Menurut dia, para wisatawan domestik membutuhkan kepercayaan sebelum melakukan perjalanan wisata lagi saat pandemi COVID-19.


"Selain reaktivasi industri pariwisata, juga supaya masyarakat yakin apa yang mau mereka kunjungi serta sosialisasi objek-objek wisata yang sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik," ujarnya.

Baca juga: Kemenparekraf sosialisasi pendaftaran kekayaan intelektual di Magelang


Ia menjelaskan bahwa Kemenparekraf menginisiasi Program Wisata Edukasi Tematik Nusantara yang meliputi 7 tema wisata minat khusus di 5 provinsi di Indonesia, yang meliputi Culture Exploration (Toba-Sumatra Utara), Island Exploration (Belitung), Adventure dan Eco-Culture (Jawa Barat), Inspiring Village and Aromatic Wellness (Jawa Tengah), serta Eco-Adventure (Jawa Timur).


Kegiatan sebagai salah satu cara mengedukasi mengenai daya tarik wisata (DTW) minat khusus di daerah, serta Implementasi Protokol Kesehatan Wisata melalui penerapan Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability (CHSE) ini diikuti oleh 40 orang pada tiap temanya yang berasal dari kalangan mahasiswa, komunitas, pokdarwis, duta pariwisata, dan media.


"Kami mendukung para pelaku usaha pariwisata daerah yang ikut terdampak pandemi COVID-19 dan berharap mereka dapat kembali bangkit, dan program ini akan menginspirasi wisatawan nusantara dalam merencanakan dan melakukan perjalanan wisata di masa kenormalan baru," katanya.

Baca juga: Kemenparekraf dorong pemuda buat film budaya lokal


Pada pembukaan Program Edukasi Wisata Tematik Nusantara tersebut, Kemenparekraf juga menyerahkan bantuan CHSE secara simbolis kepada pengelola Objek Wisata Kampung Pelangi dan Kampung Fotografi.