Kemenparekraf proyeksikan kebutuhan oksigen dengan kecerdasan buatan

·Bacaan 2 menit

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggandeng perusahaan penyedia jasa big data Arogya.ai untuk memproyeksikan kebutuhan oksigen melalui kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

"Arogya.ai bisa membantu kami memetakan beberapa hal yang sangat diperlukan terutama terkait data. Ini bagian dari konsep 3G Gercep, Geber, Gaspol,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Sandiaga menjelaskan kecerdasan buatan dipakai untuk memprediksi dan memproyeksikan permintaan oksigen di Indonesia.

Baca juga: Pemerintah bentuk Satgas Oksigen data kebutuhan oksigen RS di Jawa

Menurutnya, hal itu penting mengingat Kemenparekraf ditugaskan menyediakan fasilitas isolasi mandiri sehingga perlu menyediakan fasilitas penunjang berupa oksigen.

Meskipun lingkup sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak bersinggungan langsung dengan upaya penanganan COVID-19, namun Sandiaga tetap menginstruksikan seluruh jajarannya di Kemenparekraf untuk hadir dengan penuh keberpihakan kepada masyarakat yang sedang membutuhkan.

"Situasi ini memanggil kami sebagai langkah kolaboratif untuk masuk memberikan kontribusi. Jangan pernah bilang ini (obat-obatan dan oksigen) bukan urusan kita, ini urusan bersama, membela masyarakat yang membutuhkan hadir dengan penuh keberpihakan," ujar Sandiaga.

Kemenparekraf telah memetakan vaksinasi, testing dan tracing, serta treatment fasilitas kesehatan untuk membantu mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia.

Baca juga: Pemerintah genjot produksi oksigen medis dan jamin ketersediaan obat

Sandiaga menuturkan pihaknya telah mendorong sentra vaksinasi di lingkup Kemenparekraf agar diperluas termasuk menggandeng enam Politeknik Pariwisata yang tersebar di Medan, Palembang, Bandung, Bali, Makassar, dan Lombok, karena vaksinasi menjadi kunci untuk menekan laju penyebaran virus Corona.

Selain vaksinasi, Kemenparekraf mendorong sentra ekonomi kreatif dan destinasi wisata menerapkan kebijakan PCR sebagai upaya testing dan tracing virus Corona.

Selanjutnya, Kemenparekraf juga mengonversikan hotel menjadi tempat istirahat para tenaga medis lantaran banyak fasilitas kesehatan mengalami peningkatan layanan.

“Untuk itu kami melakukan kontribusi dengan cara mengkonversi hotel-hotel menjadi tempat tenaga kesehatan beristirahat dan juga digunakan untuk isoman bagi pasien tanpa gejala-bergejala sedang,” kata Sandiaga.

Untuk memenuhi kebutuhan oksigen di lokasi isolasi mandiri tersebut, dia mendorong ekosistem ekonomi digital untuk mencari mitra-mitra yang bersedia membantu memberikan sumbangsih mengatasi pandemi COVID-19.

“Seperti yang tertera di dashboard milik Arogya.ai terdapat simulasi capaian jumlah masyarakat di Indonesia dan seluruh dunia yang sudah divaksin. Agar kita bisa menyadari untuk menyentuh segala lini paling tidak ada 34 juta masyarakat di sektor parekraf yang kita bisa mobilisasi,” ungkap Sandiaga.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel