Kemenparekraf targetkan 4,4 juta tenaga kerja baru sektor pariwisata

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan penyerapan tenaga kerja baru sektor pariwisata pada 2024 bisa mencapai 4,4 juta dan salah satu yang menyerap pekerja bisa jadi lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar).

"Penyerapan tenaga kerja baru sektor pariwisata terus naik. Kalau di 2022 ditargetkan 1,2 juta, maka pada 2024 sebanyak 4,4 juta," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, di Medan, Selasa.

Dia mengatakan itu pada acara Wisuda XXIV Poltekpar Medan dengan sebanyak 463 lulusan di Regale International Convention Medan.

Jumlah lulusan yang diwisuda itu termasuk 15 orang pascasarjana magister terapan perencanaan dan pengembangan pariwisata angkatan pertama.

Menurut Sandiaga Uno, lulusan sekolah pariwisata seperti Poltekpar tidak ada yang menganggur.

Bahkan, ujarnya yang didampingi Sekretaris Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani dan Kepala Pusat Pengembangan SDM Kemenparekraf, Faisal, lulusan Poltekpar termasuk menjadi pemberi lowongan pekerjaan baru kepada pekerja.

"Makanya wisuda adalah amunisi baru untuk kebangkitan pariwisata di Indonesia. Poltekpar di lingkup Menparekraf telah menjadi barometer kesuksesan. Lulusan Poltekpar tidak ada yang menganggur dan bahkan menciptakan lowongan pekerjaan," katanya.

Dia menyebutkan, yang menarik di Poltekpar dibandingkan akademi lainnya adalah 70 persen lulusannya sudah memiliki pekerjaan dan 30 persen lainnya memutuskan untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri.

Indikasi itu menunjukkan lulusan Poltekpar tidak menyumbangkan atau berkontribusi pada jumlah angka pengangguran.

Padahal, berdasarkan data, secara nasional, lulusan akademi menyumbang pengangguran sekitar 14-18 persen.

Kemenparekraf, ujar dia, terus memantau dan menerjunkan tim khusus untuk memantau kinerja Poltekpar karena target penciptaan lapangan kerja di sektor pariwisata adalah Poltekpar.

"Jadi saya keliling terus ke enam Polterkpar, hari ini di Medan, berikutnya Lombok, Bandung, Makassar, Bali dan Palembang," ujarnya.

Sementara itu, Plt Direktur Poltekpar Medan, Ngatemin, mengatakan, kegiatan wisuda juga merupakan kegiatan pelepasan dalam bentuk pengukuhan mahasiswa dan mahasiswi.

Lulusan Poltekpar diharapkan dapat bekerja pada industri pariwisata atau melanjutkan pendidikan serta membuka peluang wirausaha ke jenjang yang lebih tinggi.

Tema wisuda Poltekpar Medan yakni "Agile and Creative Graduates Towards Tourism Recovery and Growth" itu bermakna bahwa mahasiswa diharapkan menjadi sumber daya manusia pariwisata yang cekatan dan kreatif dalam masa pemulihan serta pengembangan pariwisata Indonesia.

Baca juga: Sandiaga targetkan Labuan Bajo siap beroperasi pada 2024

Baca juga: Kemenparekraf kerja sama dengan Tokopedia dalam upaya adaptasi digital