Kemenparekraf tingkatkan kapasitas 100 UMKM di sekitar DSP Borobudur

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan peningkatan kapasitas serta kompetensi keterampilan (upskilling) kepada 100 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) unggulan di sekitar Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur, Jawa Tengah, dari subsektor kriya, kuliner, dan fesyen.

Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf Anggara Hayun Anujuprana menyatakan kegiatan ini merupakan kolaborasi antara pihaknya dengan Telkom dan Pertamina dalam rangka meningkatkan kompetensi UMKM terutama perihal branding, komunikasi, teknik negosiasi, dan strategi harga.

“Setelah kegiatan ini, juga akan dilakukan pendampingan selama satu bulan dan evaluasi setiap pekan untuk memastikan para peserta dapat meningkatkan kompetensi sebelum bertemu dengan pihak hotel,” ucap dia di Kabupaten Magelang, Jateng, lewat keterangan resmi, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, agenda ini menjadi penting karena transformasi digital kian marak dan pandemi COVID-19 memaksa pelaku UMKM antara lain mengembangkan strategi bisnis mereka dengan menambah jumlah tenaga kerja dengan keterampilan sesuai kebutuhan bisnis.

Area Manager Communication, Relations and CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho, menerangkan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan upskliing untuk mendukung kemajuan UMKM di Indonesia.

“Pertamina memiliki beberapa program untuk memajukan UMKM di Indonesia, di antaranya program rumah BUMN untuk membimbing UMKM binaan di berbagai daerah, serta menyediakan program akses permodalan usaha mikro dan kecil dengan jasa administrasi keuangan atau marjin syariah setara jasa administrasi keuangan sebesar 6 persen per tahun," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Indonesian Hotel General Manager Association Sugeng mengatakan kerja sama antara UMKM dengan hotel untuk memasok seluruh kebutuhan hotel memiliki potensi yang besar.

“UMKM sangat berpotensi memasok produk dan jasanya ke industri perhotelan, baik saat pembangunan hotel, maupun ketika sudah beroperasi. Hanya saja, produk UMKM harus memiliki daya saing yang tinggi baik secara kualitas, kuantitas, dan juga harga yang kompetitif,” ungkap Sugeng.

Dengan kegiatan ini, diharapkan satu bulan ke depan seluruh peserta UMKM sudah memiliki produk yang sesuai dengan standar hotel dan siap mempresentasikan produknya dalam agenda temu bisnis dengan pihak hotel.

Kegiatan upskilling ini mengambil tema “Peningkatan Kapasitas UMKM Unggulan di DPSP Borobudur Dalam Rangka Persiapan Temu Bisnis dengan Hotel” yang dilaksanakan selama tiga hari dari 23-25 Mei 2022 di Mesastila Resort, Kabupaten Magelang, Jateng.

Baca juga: Kemenparekraf-UNIBA Madura kerja sama kembangkan SDM pariwisata unggul
Baca juga: Kemenparekraf ikut bursa pariwisata di India, dukung kehadiran wisman
Baca juga: Sandiaga harap kehadiran Ozil ke RI, diikuti datangnya turis Timteng

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel