Kemenperin ajak pelaku industri agro bertransformasi ke Industri 4.0

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Abdul Rochim mengajak para pelaku di sektor tersebut melakukan transformasi teknologi industri sesuai dengan Making Indonesia 4.0.

“Pengalaman perusahaan-perusahaan dalam menerapkan Industri 4.0 diharapkan dapat memberikan motivasi kepada perusahaan lain untuk turut menerapkan teknologi Industri 4.0 di perusahaan masing-masing,” kata Abdul Rochim lewat keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Pra-konferensi hari ini mengambil tema “Agro-based Industry Journey to Industry 4.0” dengan tujuan menampilkan berbagai kebijakan dan capaian dalam perjalanan transformasi Industri 4.0 di sektor industri agro.

Dalam kegiatan pra-konferensi tersebut, sejumlah perusahaan di sektor industri agro memberikan pengalaman penerapan Industri 4.0 yaitu PT Mayora Indah, PT Amerta Indah Otsuka, dan Vivere Group.

Baca juga: Menperin paparkan potensi dan peluang Industri Agro

Nurdin Lesman selaku manufacturing Group Head M1& M4 PT Mayora Indah Tbk mengatakan, Industri 4.0 merupakan tren baru, yang berhasil meningkatkan produktivitas kinerja pabrik seperti pada mesin coding yang terhubung dengan 14 mesin bungkus yang mampu mempersingkat idle time,” Kata Nurdin.

Sementara itu Plant Manager PT Amerta Otsuka Indah Wheny Utoyo mengungkapkan pihaknya fokus pada simplifikasi proses pekerjaan dalam implementasi Industri 4.0.

“Industri 4.0 itu tidak melulu harus canggih, namun bagaimana kita bisa membantu memudahkan pekerjaan setiap hari di tempat kerja kita masing-masing. Kami mengesampingkan image bahwa Industri 4.0 itu mahal dan rumit,” jelas Wheny.

Pihaknya menerapkan beberapa teknologi, salah satunya utility alarm notifier yang mengusung konsep Internet of Things, machine analyzing dengan AR, remote assistance application, dan eDistributor, serta delivery arrangement.

Sementara itu Vivere Group yang menggeluti bisnis furnitur mengimplementasikan industri 4.0 sejak tahun 2019. Vivere menawarkan konsep penjualan furnitur secara digital, sehingga lahir konsep IDEMU.

Baca juga: Kemenperin targetkan industri agro tumbuh 7,10 persen

“Dengan design software yang kami miliki, konsumen bisa memilih produk yang mereka inginkan dan mencoba mengganti warna dan panel secara cepat dan langsung, sehingga bisa mempercepat proses pengambilan keputusan”, ujar Head of Information System Vivere Group Donny Fernando

Industri agro di Tanah Air turut menunjukkan kesiapannya dalam menerapkan teknologi Industri 4.0 dalam ajang Hannover Messe 2021 Digital Edition pada 12-16 April 2021.

Sektor industri agro yang akan tampil pada ajang itu antara lain PT Pertamina dan BPBD-Kelapa Sawit dengan mengangkat konsep energy solution berbahan baku energi ramah lingkungan dari biodiesel sawit.

Selain itu juga hadir PT Indolakto, PT Laukita Bersama Indonesia, dan PT Kalbe Morinaga Indonesia sebagai co-exhibitor industri makanan dan minuman.

Hannover Messe 2021 menjadi istimewa karena Indonesia menjadi Official Partner Country dengan tema: Making Indonesia 4.0 dan tagline yang diusung yaitu “Connect to Accelerate”.

Baca juga: RI akan berbagi peta jalan Making Indonesia 4.0 di Hannover Messe