Kemenperin asah keahlian SDM industri semikonduktor

Kementerian Perindustrian mengasah keahlian sumber daya manusia (SDM) industri semikonduktor melalui kerja sama antara PT Festo dan Politeknik Negeri Batam berupa pelatihan Pneumatik & Total Preventive Maintenance.

“Tujuan kolaborasi ini sebagai upaya upskilling SDM industri dengan SDM dari PT Infineon Technologies Batam sebagai peserta pelatihan. Pelatihan telah dibuka di Politeknik Negeri Batam beberapa waktu lalu,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Arus Gunawan lewat keterangannya di Jakarta, Senin.

Arus mengatakan, Kemenperin terus mempercepat transformasi digital di sektor industri untuk meningkatkan produktivitas dan daya saingnya.

Baca juga: Dukung Program Kartu Prakerja, Kemenperin tingkatkan kompetensi SDM

Menurutnya, para peserta pelatihan diberikan skill dan kompetensi dasar aplikasi teknologi pada industri semikonduktor.

“Pelaksanaan training ini juga merupakan tindak lanjut German-Indonesia Round Table Business Meeting di gedung PIDI 4.0 pada Juni 2022 lalu sebagai rangkaian agenda kunjungan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia,” jelasnya.

Direktur PIDI 4.0 Tirta Wisnu Permana menyampaikan, tuntutan pengembangan industri semikonduktor di Indonesia sejalan dengan percepatan transformasi industri 4.0. Sebab, sektor industri semikonduktor merupakan jantung dari industri digital.

“Saat ini terjadi peningkatan kebutuhan chip untuk pemenuhan industri elektronika, perangkat telekomunikasi dan electrical vehicle, baik untuk pemenuhan pasar dalam negeri maupun global, sehingga Kemenperin hadir untuk memacu pertumbuhan industri semi konduktor,” tutur Wisnu yang juga menjabat Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri BPSDMI Kemenperin.

Beberapa waktu lalu juga dilaksanakan penandatanganan MoU secara seremonial antara PIDI 4.0 dan PT Surya Sarana Dinamika (SSD) di Batam.

“Melalui penandatanganan MoU tersebut, PIDI 4.0 menyambut PT SSD sebagai bagian dari ekosistem di PIDI 4.0,” tandasnya.

Baca juga: AISI sebut krisis semikonduktor sudah bisa diatasi

BPSDMI Kemenperin juga menggelar Rapat Evaluasi Program/Kegiatan Tahun 2022 dan Penyusunan Rencana Program/Kegiatan Tahun 2023 sebagai upaya penguatan kolaborasi PIDI 4.0 bersama para mitra.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 35 mitra PIDI 4.0 yang terdiri dari 31 mitra industri, tiga universitas, dan satu mitra teknologi akademi.

“Dengan peningkatan kerja sama dan kemitraan ini, diharapkan PIDI 4.0, para industri mitra, serta pemangku kepentingan lainnya dapat berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem industri 4.0 dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan industri digital di Indonesia,” ujar Wisnu.