Kemenperin berupaya cetak SDM andal industri kreatif digital

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) berperan mencetak SDM andal di sektor industri kreatif digital, mengingat generasi milenial Indonesia telah melek teknologi, memiliki wawasan yang luas, kreatif dan inovatif.

“Oleh karena itu, BPSDMI Kemenperin berperan dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor industri yang kreatif dan inovatif, termasuk dalam menguasai perkembangan teknologi digital,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan lewat keterangannya di Jakarta, Jumat.

Salah satunya yakni Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, satuan kerja di bawah BPSDMI Kemenperin itu memiliki fokus spesialisasi pendidikan dan pelatihan SDM industri kreatif yang meliputi bidang animasi, kerajinan, dan barang seni.

Untuk mendukung upaya tersebut, BDI Denpasar menggelar INO Fair Bali 2022 yakni serangkaian kegiatan festival digital kreatif, yang di dalamnya meliputi agenda seminar, lokakarya, temu wicara, kompetisi, serta pameran digital kreatif dari berbagai startup yang ada di Bali. Kegiatan tersebut berlangsung pada 25-26 November 2022 di BDI Denpasar.

“Kami mengapresiasi terselenggaranya INO FAIR Bali 2022 ini, karena dapat mendukung terciptanya ekosistem ekonomi kreatif digital,” imbuh Arus.

Baca juga: Menko Airlangga ajak milenial kembangkan industri kreatif

Kepala BDI Denpasar Ali Khomaini menyampaikan dalam kegiatan INO FAIR Bali 2022 ditampilkan pameran produk digital kreatif, temu wicara terkait kewirausahaan.

"Selain itu seminar Start to be a Game Developer and a Professional Illustrator, workshop animasi, game, video editing, voice over dan craft, kemudian ada kompetisi e-sport, serta launching Innoverse,” sebut Ali.

Ia menjelaskan Innoverse adalah metaverse yang berfokus untuk menghadirkan ekosistem inovasi dalam bentuk dunia virtual.

“Innoverse bertujuan untuk memberikan akses yang sama bagi siapapun di Indonesia untuk dapat belajar, berinteraksi, dan berkolaborasi dalam membangun inovasinya,” ujar Ali.

Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh BDI Denpasar ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah, kalangan pendidikan, dunia usaha serta komunitas masyarakat untuk menghasilkan inovasi-inovasi atau populer disebut dengan pendekatan model Quadruple Helix.

“Diharapkan kegiatan INO FAIR Bali 2022 ini akan membangkitkan kembali ekosistem industri, khususnya industri kreatif di Bali, untuk melahirkan berbagai wujud inovasi yang dibutuhkan oleh pasar. Selain itu kegiatan ini mampu menginisiasi lahirnya talenta muda kreatif yang berdaya saing saing,” papar Ali.

Baca juga: Kaum muda diajak Program Vokasi UI kembangkan industri kreatif digital