Kemenperin cetak SDM produk kulit kompeten lewat pembukaan program D1

Ahmad Buchori
·Bacaan 2 menit

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian melalui salah satu unit pendidikannya, yakni Politeknik ATK Yogyakarta, membuka Program Pendidikan Setara Diploma Satu Pengolahan Produk Kulit di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, untuk menciptakan tenaga kerja kompeten dalam memacu daya saing industri produk kulit di tanah air.

“Program ini merupakan kerja sama antara Kemenperin dengan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam rangka mendorong pertumbuhan industri produk kulit di Magetan secara khusus. Sebab, Magetan selama ini dikenal sebagai sentra pengolahan industri kulit yang memasok kulit dan produk kulit ke wilayah Jawa dan sekitarnya,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin Arus Gunawan lewat keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Arus menyatakan, program setara D1 ini sejalan dengan tekad Kemenperin yang menargetkan kinerja industri penyamakan kulit pada akhir tahun 2020 akan tumbuh satu persen dari realisasi 2019.

“Kami proyeksi industri ini akan terus tumbuh positif dibarengi dengan penanganan pandemi COVID-19 yang semakin baik,” ujarnya.

Kemenperin mencatat, industri penyamakan kulit nasional dapat memproduksi 23,5 juta lembar atau 250.000 kaki persegi kulit jadi per tahun. Potensi ini perlu dioptimalkan seiring dengan langkah untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan bahan bakunya.

“Jadi, sungguh tepat program penguatan industri berbasis komoditas unggulan daerah dilakukan melalui program pendidikan vokasi, yang penyelenggaraannya bekerja sama dengan pemerintah daerah,” kata Arus.

Kepala BPSDMI itu menambahkan, pendidikan setara D1 ini merupakan wujud nyata pelaksanaan program link and match dengan industri dan bersifat tailor made, yakni sesuai dengan kebutuhan industri yang diselenggarakan selama satu tahun dan lulusannya langsung diserap kerja oleh industri.

“Selain itu, tujuan dari program ini adalah untuk mendorong kewirausahaan di daerah tersebut,” imbuhnya.

Seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk Program setara D1 di Politeknik ATK Yogyakarta ini telah berlangsung sejak Januari hingga Februari lalu, dengan hasil yang diterima sebanyak 37 mahasiswa.

Bupati Magetan Suprawoto optimistis, penyelenggaraan pendidikan setara D1 di Politeknik ATK Yogyakarta ini diyakini dapat mendukung kemajuan industri kulit di Magetan.

“Selain itu dapat membuat persebaran perguruan tinggi di Jawa Timur bagian barat makin merata,” ujarnya.

Program Pendidikan Setara D-1 ini didukung oleh dosen tetap dan tidak tetap dari Politeknik ATK Yogyakarta. Kemudian ada dari praktisi dan akademisi perguruan tinggi lain, serta tim pengajar dari Pemerintah Kabupaten Magetan.

Pada akhir masa perkuliahan nanti, mahasiswa akan mengikuti program magang di industri, baik industri produk kulit maupun alas kaki.

Baca juga: Unit Pendidikan Kemenperin kembangkan inovasi pendeteksi COVID-19

Baca juga: BPSDMI Kemenperin gelar pelatihan SDM untuk dorong industri nasional