Kemenperin ciptakan ekosistem inovasi industri pacu pemulihan ekonomi

·Bacaan 2 menit

Kementerian Perindustrian telah mengeluarkan berbagai kebijakan strategis guna meningkatkan kinerja sektor industri di tengah dampak pandemi Covid-19, salah satunya dengan menciptakan ekosistem inovasi guna mendukung akselerasi pemulihan ekonomi nasional.

“Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pemulihan ekonomi nasional adalah menciptakan ekosistem inovasi yang kondusif antar industri, asosiasi, akademisi, dan lembaga pemerintah, sehingga dapat bersinergi dan berkolaborasi secara bersama untuk membangun industri yang tangguh dan mandiri,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa.

Menperin menjelaskan upaya menciptakan ekosistem inovasi di sektor industri sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

Baca juga: BRIN dorong pemanfaatan turbin dalam negeri untuk industri perkebunan

“Program ini memprioritaskan pengembangan terhadap tujuh sektor industri dalam mengimplementasikan teknologi pada proses produksinya untuk dapat meningkatkan efisien dan kompetitif industri nasional,” katanya melalui keterangan tertulis.

Ketujuh sektor tersebut yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, elektronik, farmasi, serta alat kesehatan. Sektor-sektor ini dipilih karena dapat memberikan kontribusi sebesar 70 persen dari total PDB manufaktur, 65 persen ekspor manufaktur, dan 60 persen pekerja industri.

“Pada triwulan III tahun 2021, kami optimis pertumbuhan sektor industri dan ekonomi dapat meningkat,” ujar Menperin Agus.

Sepanjang triwulan II-2021 industri pengolahan nonmigas tumbuh sebesar 6,91 perseb, yang mampu memberikan kontributor terbesar pada pertumbuhan PDB nasional dengan mencapai 17,34 persen.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Doddy Rahadi menambahkan guna mendukung penguatan ekosistem inovasi di sektor industri, Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Palembang, menyelenggarakan seminar nasional yang dihadiri sebanyak 500 perserta dari perwakilan asosiasi dan industri, praktisi, akademisi, serta instansi pemerintah pusat dan daerah.

Baca juga: Industri hasil tembakau butuh inovasi berbasis kajian ilmiah

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini mengangkat tema Peran Sektor Industri dalam Percepatan Pemulihan Nasional.

“Seminar nasional ini diselenggarakan sebagai wadah komunikasi dan diskusi yang konstruktif untuk dapat bertukar informasi dalam mengoptimalisasi peran tiap stakeholders guna mendukung penguatan industri nasional di era pandemic,” katanya.

Menurut Doddy, pembangunan industri nasional bertumpu pada tiga pilar, yaitu penguatan struktur industri, penguasaan teknologi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Seminar ini juga bertujuan untuk mempublikasikan teknologi kepada industri dan stakeholders sebagai upaya untuk membangun industri nasional yang mandiri, tangguh dan berdaya saing dalam penguatan industri nasional,” kata Doddy.

Faktor lain dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional adalah pentingnya pembangunan dan kesiapan SDM industri.

Doddy berharap buah pemikiran hasil seminar dapat menambah pemahaman mengenai teknologi industri dan menjadi bahan pertimbangan pengambilan keputusan untuk para pemangku kepentingan terkait.

“Selain itu, karya tulis yang dipublikasikan akan menghasilkan beberapa rekomendasi kebijakan bagi stakeholders,” ujar Doddy.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel