Kemenperin ciptakan IKM pangan berkelas dunia

·Bacaan 2 menit

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menciptakan Industri Kecil dan Menengah (IKM) pangan dengan kualitas yang tak kalah dari produk impor melalui Indonesia Food Innovation (IFI) 2020.

“Kemenperin sukses menggelar ajang penghargaan IFI 2020 untuk menjaring produsen makanan, khususnya sektor IKM, yang mengutamakan pada kualitas dari bahan baku lokal dan alami,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan penyelenggaraan IFI 2020 bertujuan untuk mendorong pelaku IKM pangan di tanah air menghasilkan produk yang inovatif dan kompetitif.

“Jadi, melalui ajang IFI ini, mereka akan siap menjadi industri pangan yang menguntungkan, menjangkau pasar yang luas, dan memiliki bisnis yang berkesinambungan,” tuturnya.

Baca juga: Kemenperin susun pedoman adaptasi kebiasaan baru industri pangan

Apalagi di tengah perkembangan era industri 4.0 dan menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi Covid-19, pelaku IKM dituntut untuk memanfaatkan teknologi agar bisa menelurkan inovasi.

Salah satu IKM pangan yang sudah menerapkannya, yakni CV Rosalie Kalyana yang berasal dari Denpasar, Bali.

“Setelah melalui penjurian dan pelatihan dari para ahli, Rosalie Kalyana berhasil menjadi pemenang pertama IFI 2020 kategori produk pangan olahan karena keunikan dan kualitasnya,” papar Gati.

Produk unggulan CV Rosalie Kalyana adalah Rosalie Cheese, yang telah diproduksi sejak empat tahun lalu. Namun, Ayu Utami Linggih, pendiri sekaligus pemilik CV Rosalie Kalyana mengaku dirinya telah membuat makanan olahan keju sejak 2013.

Baca juga: Pemerintah dorong peningkatan sektor pangan-pertanian dukung PEN

Lulusan Universitas Queensland jurusan Teknik Pangan itu memang punya hobi mengonsumsi panganan kaya protein. Kegemarannya itulah yang mengantarkan Ayu untuk mengulik produksi keju lokal dari bahan selain susu sapi.

“Kami menggunakan teknik pembuatan keju tradisional dan susu kambing lokal yang memiliki cita rasa khas karena tergantung dari pakan, iklim dan lingkungan di sekitar peternakan,” terang Ayu.

Keju Rosalie memiliki beberapa jenis produk, di antaranya Halloumi, Gouda, dan Chevre yang cocok untuk olahan masakan. Selain itu, Black Pepper Goat, Black & White, dan Milton yang pas untuk dimakan langsung. Ada pula Grated Cheese yang bisa digunakan untuk bahan adonan kue.

“Keju artisan ini benar-benar inovasi panganan lokal yang kaya nutrisi, tapi sangat terjangkau harganya,” kata Dirjen IKMA Gati.

Kemenperin berharap semakin banyak industri pangan baru yang mengolah beragam bahan baku lokal menjadi panganan kelas internasional.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel