Kemenperin ciptakan teknologi pemantau lingkungan industri

Faisal Yunianto
·Bacaan 2 menit

Kementerian Perindustrian melalui Balai Besar Teknologi Pencegahan Pecemaran Industri (BBTPPI) Semarang menciptakan inovasi terkait pemantauan lingkungan, salah satunya dalam memonitor air limbah, secara real time berbasis teknologi revolusi industri 4.0 yang terintegrasi dalam sistem informasi digital.

“Dalam rangka mendukung rekayasa di bidang revolusi industri 4.0 dan standard industri hijau, kami telah melakukan sejumlah inovasi terkait dengan sistem pemantauan limbah air industri yang dapat dimonitor secara real time dengan memanfaatkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT),” kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Sabtu.

Inovasi tersebut juga terintegrasi dengan Sistem Informasi Digital yang telah dikembangkan oleh BBTPPI sebagai sistem informasi yang berorientasi kepada pelayanan industri.

Sistem monitoring air limbah tersebut terdiri dari perangkat analisis digital untuk parameter pH, suhu, TSS, COD, NH3-N, dan debit.

Analisis tiap perangkat deteksi digital ini dikembangkan secara komprehensif untuk dapat ditransmisikan melalui internet gateway yang dikembangkan oleh BBTPPI dan mempunyai jaminan enkripsi data, sehingga dapat diintegrasikan ke dalam sistem online monitoring BBTPPI yang mempunyai fungsi sebagai evaluasi data pengukuran secara aman dan tersimpan dalam database server.

Data pengukuran dapat dipantau baik secara real time, sehingga fleksibel dapat dilihat kapan dan dimanapun melalui perangkat yang terkoneksi ke jaringan, baik gawai digital berbasis smartphone maupun komputer.

Database yang tersimpan secara big data memungkinkan evaluasi data secara periodik bagi industri. Untuk itu, Kepala BSKJI menambahkan terkait keunggulan alat tersebut.

“Keunggulan dari sistem ini mengedepankan keamanan transmisi data pengukuran melalui enkripsi data dan penggunaan big data pada proses tabulasi data yang meningkatkan reliabilitas dari sistem ini. Selain itu alat ini juga memiliki fitur unggulan adaptif, sehingga kami menyebutnya dengan Adaptive Monitoring System (AiMS),” imbuhnya.

Sistem pemantauan air limbah tersebut telah dipasang dan dioperasikan pada salah satu industri manufaktur tekstil dan garmen yang berlokasi di Surakarta, yaitu PT Dan Liris.

PT Dan Liris sendiri telah beroperasi sejak tahun 1974, dimana saat ini telah memiliki pasar di 20 negara dan pasar domestik, serta didukung lebih dari 8.000 tenaga kerja terampil.

Perusahaan tersebut menghasilkan 7,5 juta produksi garmen per tahun dan 55 juta meter kain per tahun serta memiliki 2.800 mesin jahit. Dalam operasionalnya, perusahaan ini mengeluarkan debit air 1.600 m3/hari, sehingga keberadaan alat tersebut juga mendukung program standard industri hijau dalam hal reuse air serta memperkuat kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dengan mengevaluasi secara periodik dari kualitas air limbahnya.

Atas dasar itu, Doddy menyampaikan apresiasinya terhadap pemanfaatan alat tersebut. Penerapan di PT Dan Liris merupakan generasi kedua yang dikembangkan sejak tahun 2019 dan telah memasuki tahapan uji durability.

“Untuk itu saya mengapresiasi BBTPPI sebagai unit pelaksana teknis bidang pencegahan pencemaran industri yang telah menciptakan inovasi dalam melayani kebutuhan industri. Melalui sistem monitoring air limbah ini, saya berharap dapat mendorong lebih banyak lagi ide yang sejalan dengan inisiatif Kementerian Perindustrian,” tandasnya.

Baca juga: Kemenperin kembangkan teknologi sistem pemantauan air limbah dan emisi
Baca juga: Pemprov DKI siapkan sistem pengelolaan limbah domestik terpusat
Baca juga: Kemenperin ciptakan alat pantau pengolah air limbah industri