Kemenperin fasilitasi bantuan 10.000 kacamata pelindung medis

Kelik Dewanto

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng industri kacamata dalam negeri, PT Atalla Indonesia, menyumbangkan 10.000 kacamata sebagai alat pelindung diri (APD) medis ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk digunakan dalam penanganan COVID-19 di dalam negeri.

“PT Atalla merupakan salah satu produsen kacamata di Indonesia. Produk yang dihasilkannya antara lain safety glasses yang bisa digunakan oleh tenaga medis,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Produk kacamata bersertifikasi halal pertama diluncurkan

Bantuan kacamata pelindung itu diserahkan Direktur Marketing PT Atalla Indonesia Kevin Chow kepada Kepala BNPB Doni Monardo dengan disaksikan Dirjen IKMA Kemenperin di Jakarta, Sabtu (21/3/2020).

“Kacamata pelindung ini akan didistribusikan kepada pihak-pihak yang sangat membutuhkan seperti para tenaga medis yang sedang menangani pasien terkait COVID-19. Nantinya, BNPB akan menyerahkan kepada Kementerian Kesehatan sesuai kebutuhan," kata Gati.

Kemenperin juga sudah menyerahkan daftar industri yang memproduksi APD kepada BNPB, seperti produsen masker dan kacamata. Industri kacamata, lanjut dia, saat ini ada 15 perusahaan yang menyerap lebih dari 6.300 orang.

Atalla Indonesia merupakan satu-satunya produsen kacamata di dalam negeri yang memiliki pabrik terintegrasi mulai dari pembuatan bingkai hingga lensa dan aksesorisnya.

“Kami juga satu-satunya perusahaan kacamata yang secara resmi telah memiliki sertifikat halal," kata Kevin Chow.

Kontribusi industri kacamata terhadap perekonomian nasional bisa dilihat dari nilai ekspornya, yang berdasarkan catatan Kemenperin, mencapai 104,6 juta dolar AS pada 2019.

Kemenperin, kata Gati, bertekad semakin meningkatkan daya saing industri kacamata Indonesia di pasar global.

Baca juga: Hadapi pandemi corona, Kemenperin semangati pelaku industri nasional
Baca juga: Antisipasi maraknya produk impor, Kemenperin kaji SNI produk kacamata